Nilai Tim Yustisi Lamban

Rombongan Ibu-ibu Wirid Sisir Warung Esek-esek

Redaksi Redaksi
Rombongan Ibu-ibu Wirid Sisir Warung Esek-esek
zul/riaueditor.com
Salah seorang cewek penghuni warung esek-esek di Kecamatan Pangkalan Lesung ditangkap dan diamankan oleh kaum ibu yang melakukan razia.
PKL.LESUNG, riaueditor.com- Tak kuasa menahan kecewa dan menilai Tim Yustisi Pemkab Pelalawan tak bernyali menertibkan penyakit masyarakat di Kecamatan Pangkalan Lesung, sehingga merebaknya warung remang-remang yang menyediakan tenaga wanita untuk diajak berasik masyuk di dua desa, yakni Desa Pesaguan dan Dusun Tua. Hal itu membuat kaum ibu yang tergabung dalam perwiridan dua desa melakukan tindakan dan menyisir sendiri lokasi warung esek-esek tersebut, Senin sore (2/6) kemarin.

Warga kecewa bercampur kesal, karena Tim Yustisi Pelalawan yang berkompeten melakukan penertiban, hingga kini tak melakukan tindakan apa-apa. Tentu saja memicu kemarahan kaum ibu-ibu di dua desa itu. Lebih parah lagi, keberadaan warung remang-remang itu juga telah meresahkan masyarakat dua desa itu. Bahkan, sejumlah kepala keluarga telah bercerai berai oleh wanita-wanita penggoda itu.

"Suami kami kabur dari rumah berminggu-minggu. Bahkan ada sampai cerai rumah tangganya. Kami meminta kepada Pemkab Pelalawan dalam waktu dekat ini sebelum masuknya bulan Ramadhan, agar tidak ada lagi warung esek-esek di tempat kami. Jika tidak dilakukan penertiban oleh Pemkab Pelalawan, kami kaum ibu akan kembali turun membongkar paksa warung remang-remang tersebut," ancam salah seorang ibu wirid yasin, yang enggan namanya ditulis, Senin (2/6).

Saat dikonfirmasi kepada Camat Pangkalan Lesung, Firdaus Wahidin membenarkan  membenarkan aksi kaum ibu wirid yasin dua desa di Kecamatan Pangkalan Ledung itu. Firdaus menuturkan, bahwa pihak kecamatan telah memasukkan surat ke tim yustisi agar dilakukan penertiban terhadap keberadaan warung esek-esek itu, namun hingga warga meluapkan esmosinya sendiri, tim yustisi tak pernah bertindak.

"Kita telah mengajukan surat kepada tim yustisi agar dilakukan penertiban, namun tidak di gubris hingga kini. Karena keberadaan warung remang-remang itu sangat meresahkan masyarakat sekitar, akibat warung remang-remang itu berada di dalam pemikiman padat penduduk. Ditambah dentuman suara musik hingga subuh buta, tentu saja sangat mengganggu jam tidur warga," ungkap Firdaus, Selasa (3/6/2014).

Masih dikatakan oleh Camat Firdaus, dirinya kerap sekali menerima pengaduan dari masyarakat setempat terkait keberadaan warung remang-remang itu.

"Setiap hari kita menerima pengaduan soal warung esek-esek terebut. Mestinya tim yustisi bergerak cepat melakukan penertiban sebelum ada aksi kecewa warga lagi. Terlebih lagi, warung remang-remang itu berdiri di atas lahan Daerah Milik Jalan (DMJ), sepantasnya timyustisi memang berhak melakukan tindakan," tuturnya.

Aksi para ibu yang kecewa akan lambannya tindakkan tim yustisi itu berlangsung sengit. Bahkan, salah seorang cewek penghuni warung esek-esek itu ditangkap oleh kaum ibu itu dan dipaksa untuk menutup warungnya serta diongkosi agar pulang ke kampung halamannya dan tidak mengulangoi perbuatannya. Aksi kecewa kaum ibu itu mesti dilakukan dalam luapan emosi dan kekecewaan, tetap berlangsung aman serta di bawah kawalan Polsek Pangkalan Lesung. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini