Kegaduhan Negeri Ini karena Ulah Koruptor `Kelas Hiu`

Redaksi Redaksi
Kegaduhan Negeri Ini karena Ulah Koruptor `Kelas Hiu`
Foto: Prabowo/Okezone
Kegaduhan Negeri Ini karena Ulah Koruptor `Kelas Hiu`
YOGYAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nasyir, mengatakan, pemicu konflik dan kegaduhan nasional yang saat ini terjadi karena ulah koruptor `kelas hiu` yang berkonspirasi di seluruh struktur dan lingkungan pemerintahan, partai politik, lembaga hukum, hingga merasuk pada lingkungan masyarakat. Dia melihat kontroversi pengangkatan Budi Gunawan sebagai Kapolri yang berstatus tersangka, berujung pada konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian.

"Ada campur tangan koruptor `kelas hiu` yang telah lupa akan etik, moral, dan kebenaran membuat kegaduan di negeri ini," kata Haedar dalam Kuliah Umum dan Yudisium Pascasarjana S2 dan S3 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jum`at (13/2/2015).

Mengambil tema `Etika Profesi di Tengah Globalisasi`, Haedar menyampaikan, etika yang sejatinya berfungsi sebagai rujukan norma dan nilai serta menjadi sistem kontrol dalam berprilaku, telah dipertaruhkan dalam kekisruhan nasional tersebut.

Karena itu, adanya orang-orang yang tidak mengindahkan etika, termasuk pula koruptor, sudah tidak bisa lagi membedakan mana tindakan yang baik dan pantas dengan tindakan yang buruk dan tidak pantas.

Haedar menegaskan, nilai benar-salah, baik-buruk, serta pantas atau tidak pantas, tidak menjadi pertimbangan yang kuat dan cenderung ditiadakan dalam bertindak. Nilai sebagai sesuatu yang berharga dalam hidup menjadi serba dangkal dan jatuh ke titik terendah yang serba inderawi.

"Orang-orang benar, baik, dan berjiwa utama, terkesan makin sedikit jumlahnya. Sedangkan orang-orang yang sebaliknya, justru makin besar jumlahnya dan malah jadi idola," katanya.

Demo mendukung koruptor, kata dia, juga semakin menjadi pemandangan umum. Kondisi kekacauan nilai ini seolah mendekati dan mengingatkannya pada konstruksi pujangga Ronggowarsito dalam surat Katalatida tentang `jaman edan (gila)`.

"Jaman edan itu suatu jaman ketika manusia kian banyak yang `edan` dan jika tidak ikut `edan` maka dia tidak akan `kebagian`, sehingga setiap orang akhirnya terjangkiti penyakit rakus dan gila dunia dalam kehidupan," jelasnya.

(hol/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini