Kabid CK Dinas PU Inhu Disinyalir Kantongi Proyek

Redaksi Redaksi

RENGAT, riaueditor.com – Sebuah jabatan seringkali dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu guna kepentingan pribadi, seperti yang terjadi di Dinas PU Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), besarnya anggaran yang ada di Dinas PU disinyalir telah dimanfaatkan oleh oknum yang ada di SKPD tersebut untuk turut bermain.

Berdasarkan informasi dari beberapa rekanan kontraktor kecil yang ada di Inhu bahwa setelah APBD Perubahan di Sahkan dirinya mencoba untuk mengais rejeki di Dinas PU untuk mendapat pekerjaan (proyek.red), namun baik Kepala Dinas maupun Kepala Bidang Cipta Karya sepertinya kompak mengatakan bahwa Proyek PL sudah habis.

Bahkan Plt Kadis PU Ir Teguh Kiswanto ketika dikonfirmasikan terkait hal ini beberapa waktu yang lalu dengan tegas menyatakan bahwa sejak dirinya ditunjuk sebagai Plt Kadis PU, seluruh Proyek PL sudah dikondisikan oleh pendahulunya, sehingga dirinya terpaksa harus meminta proyek kepada salah seorang rekanan yang banyak mendapatkan proyek agar kebagian pekerjaan.

"Proyek PL sudah habis, kalau memang masih  ada tolong tunjukan kepada saya dimana adanya," ujar teguh ketika itu.

Sementara itu salah seorang rekanan kontraktor yang enggan namanya dipublikasikan Senin (16/12) menyatakan bahwa dirinya dipanggil oleh Kabid CK Dinas PU Inhu Ir Rianto ST, MT untuk mengerjakan sebuah pekerjaan pada Jum`at (13/12) kemarin, namun karena singkatnya waktu proyek tersebut ditolaknya.

"Mana mungkin masih bisa dikerjakan sementara efektivitas waktu tinggal beberapa hari lagi, terakhir PHO itu tanggal 18/12, sedangkan terakhir pencairan termyn pada tanggal 23/12," terangnya.

Yang mengherankan, sambungnya, kenapa proyek tersebut baru muncul sekarang, sementara beberapa waktu yang lalu ketika rekanan kontraktor menanyakan hal ini dikatakan sudah tidak ada lagi, ketusnya heran.

Dirinya menduga bahwa Kabid CK sengaja menyimpan proyek tersebut untuk diperjual belikan, ketika tidak ada yang berminat barulah proyek tersebut dilempar kepada rekanan, sementara waktu pengerjaan sudah sempit, jelasnya.

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Rianto ST,MT senin (16/12) membantah hal tersebut, dikatakannya bahwa proyek yang dibagikannya pada rekanan kontraktor tersebut seperti Turap Dinas Sosial dan Semenisasi Pulau Gelang sepanjang 700 meter dikarenakan rekanan kontraktor yang pada awalnya memiliki proyek tersebut mundur dari pekerjaannya, dan ini harus kita carikan penggantinya.

"Jadi tidak benar proyek tersebut saya simpan dan baru muncul sekarang," katanya.(Al)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini