Keluarga Bantah Telantarkan Fitri Inda

Redaksi Redaksi
Keluarga Bantah Telantarkan Fitri Inda
je/riaueditor.com
LK3 (Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga) didampingi Kasi Sosial Dinasostransnaker Kepulauan Meranti, Tri Mulyana. Ketua LK3, Hj. Nurmaharani dan sekretaris, Indawati menyerahkan bingkisan untuk Inda.
SELATPANJANG, riaueditor.com – Belum lama ini, media di Kabupaten Kepulauan Meranti diramaikan dengan temuan anak terlantar. Disejumlah pemberitaan bocah perempuan 9 tahun tersebut bernama Lisa, namun yang sebenarnya bernama Fitri Inda. Keluarga membantah telah menelantarkan Inda, hal ini dituturkan nenek kandungnya, Jusmaniar (62) kepada Riau Editor, Sabtu (13/9) kemarin di kediamannya Kampung Baru.
 
"Kami tidak pernah terlantarkan Fitri Inda, meskipun kondisi ekonomi kami pas-pasan, Cuma Fitri Inda kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, ini membuat anak itu sedikit jadi pendiam, namun sebenarnya dia anak yang baik," ucap Jusmaniar (62) nenek kandung dari Fitri Inda.
 
Diakui Jusmaniar, ayah kandung Fitri Inda yaitu Junaidi merupakan anaknya, sedangkan ibu kandung Fitri Inda adalah Teti. Ketika Fitri Inda berusia 5 bulan, kedua ayah dan ibunya bercerai. Sejak itu pula, ia dipelihara oleh neneknya. Sejak itu, pula Fitri Inda tidak mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Ayahnya sering bekerja di luar daerah sedangkan ibunya menikah lagi.
 
"Malam saat kejadian itu, Inda dimarahi ayahnya karena ingin bermain di luar rumah. Entah kenapa malam itu Inda langsung merajuk dan menghilang ketika dilarang ayahnya. Biasanya dia tidak pergi jauh dari rumah, kita sudah cari kemana-mana tapi tidak ketemu. Tahunya kita setelah ada pemberitaan lewat tv kabel, langsung menjemput Inda ke kantor Dinas Sosial," tutur Jusmaniar yang aslinya penduduk dari desa Tebun. Namun semenjak kematian suaminya, ia menumpang di rumah salah seorang anaknya di Kampung Baru.
 
Sehari-harinya, Inda menurut Jusmaniar, layaknya anak normal lainnya bergaul dan bermain dengan anak-anak sebayanya di lingkungan sekitar. Di Tebun, Inda pernah sekolah, sempat sekolah kelas 1, namun sempat putus dan di Selatpanjang nyambung kembali di SD Negeri 14 Tebing Tinggi.
 
Pada hari yang sama, Inda mendapat kunjungan dari pengurus LK3 (Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga) didampingi Kasi Sosial Dinasostransnaker Kepulauan Meranti, Tri Mulyana. Ketua LK3, Hj. Nurmaharani dan sekretaris, Indawati menyerahkan bingkisan untuk Inda.
 
"Kunjungan kami, ingin mendengar dan melihat langsung kondisi keluarga Inda. Kita menilai anak ini memang tidak ditelantarkan oleh keluarganya, cuma Inda memang kurang mendapat perhatian akibat broken home. Ini menjadi pelajaran bagi para orang tua, perceraian hanya mengakibatkan korban anak sendiri," ucap Hj. Nurmaharani. (Je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini