Diteriak Penakut, Massa BEM UR Hadiahi Tikus Untuk DPRD Riau

Suhardiman tak bersedia menerima
Redaksi Redaksi
Diteriak Penakut, Massa BEM UR Hadiahi Tikus Untuk DPRD Riau
foto: Ist
Diteriak Penakut, Massa BEM UR Hadiahi Tikus ke DPRD Riau.
PEKANBARU, riaueditor.com - Demo Save KPK yang digelar massa BEM UR di DPRD Riau meneriaki DPRD Riau penakut dan menghadiahi puluhan ekor tikus.

Kedatangan masa aksi ke lembaga wakil rakyat Riau ini bertujuan menyampaikan aspirasi menolak revisi UU KPK.

Namun dalam aksinya, pendemo ternyata membawa tikus yang diberikan sebagai hadiah pada DPRD Riau. Karena massa menilai dengan dilakukanya revisi UU KPK tentu akan terjadi pembiaran pada `tikus-tikus` atau koruptor yang dengan bebas akan berbuat.

Untuk itu, masyarakat juga diajak untuk sama-sama menolak revisi UU KPK. "Kita mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengkritisi serta menolak, segala upaya pelemahan KPK. Harusnya sebagai wakil rakyat DPRD mendukung pemberantasan tindak korupsi, bukan melemahkan," ungkapnya, ungkap Korlap Triandi Birmankalid di sela-sela aksi.

Dia menyebutkan, pemerintah serta DPR supaya menghentikan pembahasan revisi UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK. Karena ini suatu pelemahan usaha memberantas korupsi.

Kehadiran masa aksi ini disambut anggota DPRD Riau Suhardiman Amby. Meskipun menyambut baik orasi yang disampaikan mahasiswa tersebut serta mendukung supaya tidak dilakukan revisi UU KPK. Namun, dia menolak cara yang dilakukan mahasiswa dalam orasi tersebut.

Ketidakmauan dari Politisi Hanura ini, dibuktikan dengan tanda tidak menerima kotak warna putih yang isinya beberapa ekor tikus yang diserahkan, sebagai simbol tindak penolakan revisi UU KPK.

"Pada prinsipnya saya mendukung orasi tersebut, namun cara yang dilakukan kurang layak dan tidak sesuai dengan etika di negeri bumi Melayu lancang kuning. Harusnya cara yang lebih baik. Ini menodai demokrasi dan jangan disamakan dengan tuntutan," ungkap Suhardiman.

Usai menyatakan penolakan, Suhardiman kemudian meninggalkan masa aksi tanpa membawa lembaran kertas berisikan poin-poin tuntutan dari pendemo.

"Tidak jadi diterima surat mereka," sebutnya.

Melihat gelagat si anggota DPRD ini, maka masa aksi ini mencoba mendobrak pintu masuk DPRD. Namun dengan penjagaan yang ketat dari pihak Kepolisian dan Satpol PP. Massa tidak berhasil masuk dan akhirnya tikus-tikus tersebut dikeluarkan di tangga gedung.

Masa aksi BEM UR ini, meneriaki para DPRD Riau penakut, karena tidak bersedia terima tikus. "DPRD Riau takut membela kepentingan masyarakat," teriaknya sebelum membubarkan diri. (ria)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini