Ada yang Nyinyir dengan Aksi Tolak PKI di Bumi Lancang Kuning, Patut Dicurigai

Redaksi Redaksi
Ada yang Nyinyir dengan Aksi Tolak PKI di Bumi Lancang Kuning, Patut Dicurigai
andi/rec

PEKANBARU, riaueditor.com - Soal sebagian kecil oknum yang nyinyir dan bersikap negatif dengan Aksi Tolak PKI, perlu ditatar pemahamannya tentang ideologi Pancasila. Bahkan, nasionalisme dan patriotisme serta loyalitasnya terhadap negara ini dipertanyakan.

M. Khalid, koordinator aksi tolak kehadiran PKI (Partai Komunis Indonesia) yang digelar di Pekanbaru, (23/5/2020) kemarin yang bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri, kepada media angkat bicara soal minoritas kecil kalangan yang menyikapi negatif aksi tolak kehadiran PKI di Bumi Lancang Kuning dan Indonesia umumnya. Dia menilai, WNI yang nyinyir terhadap aksi pembakaran atribut dan simbol-simbol PKI, bisa saja dicurigai sebagai bagian atau simpatisan.

"Aksi kita jelas, menolak kehadiran PKI dan komunisme gaya baru di Riau dan tanah air ini. Jika ada yang tak senang ataupun bersikap negatif terhadap aksi kita, tentu sangat dipertanyakan, dia berada di pihak mana," tanya Khalid.

Sangat jelas, atribut simbol-simbol PKI yang ditemukan di beberapa daerah, bahkan di Riau beberapa waktu lalu, mwngindikasikan adanya  kekuatan yang ingin mwnunjukkan eksisiatensinya. Ini harus dilakukan tindakan tegas sejak awal.

Di Pekanbaru, aksi yang juga bertepatan dengan 100 tahun PKI ini, ribuan umat Islam di beberapa kecamatan tetap melaksanakan takbiran. Meski dilarang oleh Pemko Pekanbaru, takbiran keliling tetap berjalan dengan tertib.

Usai takbir keliling, di masjid Rahmat Jalan Nenas, di mana titik start pawai juga digelar pembakaran atribut dan simbol PKI.

Aksi takbir keliling ini mendapat dukungan penuh dari warga. Teriakan takbir saling bersahutan dari warga saat rombongan pawai melintas.(andi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini