Lokal Jauh SD Negeri 6 Tanjung Peranap Memprihatinkan

Redaksi Redaksi
Lokal Jauh SD Negeri 6 Tanjung Peranap Memprihatinkan
anje/riaueditor.com
Sekolah lokal jauh SDN 6 Desa Tanjung Peranap, berdinding papan beratap rumbia.
Tj.PERANAP, riaueditor.com– Bangunan SD Negeri 6 Desa Tanjung Peranap Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti terbuat dari papan dan beratap rumbia layaknya film Laskar Pelangi. Kondisi gedung sekolah ini sangat disesalkan banyak pihak.
 
Seperti yang dituturkan oleh pengurus Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Propinsi Riau, Hj Dewi Lestari SH, yang secara kebetulan melihat langsung kondisi sekolah tersebut.
"Saya sangat prihatin sekali, melihat kondisi sekolahnya. Kenapa masih ada sekolah seperti itu di Kabupaten yang memiliki APBD yang cukup besar ini," ucap Dewi Minggu (2/2/14) kemarin.
 
Dewi yang kebetulan hadir ke Desa Tanjung Peranap dalam rangka pembinaan kaum perempuan desa tersebut, terperangah melihat kondisi sekolah yang hampir mirip dengan film Laskar Pelangi.

"Kebetulan kami melintasi depan sekolah tersebut. Karena hari minggu, tidak ada anak yang sekolah dan saya pun tidak bisa menemui guru maupun Kepala Sekolahnya. Namun yang saya lihat, sekolah tersebut berdinding papan dan beratap rumbia. Yang lebih memprihatinkan lagi tiang benderanya miring dan benderanya sudah lusuh dan sobek. Saya berharap, Dinas Pendidikan segera mengambil langkah agar bangunan lokalnya lebih representative, agar muridnya bisa belajar dengan nyaman," harap Dewi.
 
Dibangun Secara Swadaya

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Peranap, Syahruddin ketika ditemui secara terpisah mengakui bahwa kondisi sekolah itu memang tidak layak, dan mengatakan bahwa sekolah itu dibangun dari swadaya masyarakat.
 
"Sekolahnya itu kami bangun atas prakarsa swadaya masyarakat, dari dana ADD dan juga dana desa. Memang ada keinginan kita untuk memiliki bangunan yang layak agar putra-putri kita bisa belajar dengan nyaman. Namun kemampuan kita terbatas. Itu kita bangun atas swadaya, dari dana pungutan ke masyarakat, ADD dan dana desa," sebut Syahruddin.
 
Menurutnya, pihaknya sudah beberapa kali mengajukan proposal agar sekolah itu dibangun,  sehingga saat ini belum mendapatkan respon. "Kami sudah mengusulkan sejak tahun 2011 yang lalu sampai saat ini belum ada tanggapan. Ini cukup kami sesalkan. Saya sudah bicarakan hal itu ke UPTD Pendidikan Kecamatan Tebing Tinggi Barat, bahkan Camat Tebing Tinggi Barat sudah pernah saya bawa ke sekolah ini untuk melihat langsung," beber Syahruddin.
 
Syahruddin berharap, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Meranti segera membangun ssekolah tersebut yang lebih baik. "Ini bukan saja menjadi harapan saya, ini juga menjadi harapan murid, orang tua serta masyarakat Tanjung Peranap. Mereka menginginkan sekolah yang bagus, agar saat belajar ketika hujan turun mereka tidak kebassahan," ucap Syahruddin.(je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini