Kabid Damkar Bantah Lamban Lakukan Pemadaman Kebakaran Pasar Tradisional Siak

Redaksi Redaksi
Kabid Damkar Bantah Lamban Lakukan Pemadaman Kebakaran Pasar Tradisional Siak
adi/riaueditor.com
Pasukan Damkar saat melakukan pemadaman kebakaran di pasar tradisional lama Kelurahan Kampung Dalam Kota Siak Sri Indrapura yang menghanguskan 54 unit bangunan ruko, Sabtu dini hari (17/02/2017)

SIAK, riaueditor.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Irwan Priatna membantah kabar yang menyebutkan petugas damkar terkesan lamban menangani musibah kebakaran di pasar tradisional lama Kelurahan Kampung Dalam Kota Siak Sri Indrapura yang mengahanguskan 54 unit rumah toko (ruko) pada Sabtu dini hari (17/02/2017) itu. 

Kabar lambatnya penanganan yang dilakukan oleh satgas Damkar Pemkab Siak, dibantah langsung oleh Kabid Damkar, Irwan Priatna selaku Kabid damkar Pemkab Siak, Menurutnya petugas Damkar Kabupaten Siak telah menurunkan kekuatan penuh untuk memadamkan api pada Sabtu dini hari kemarin (17/02/2017) itu.

"Pada saat terjadinya kebakaran 60 orang petugas damkar Siak disertai dengan 4 unit mobil pemadam Pemkab Siak 8 unit pompa portable jumbo kita kerahkan untuk memadamkan kobaran api. pemadaman juga dibantu oleh anggota Polsek Siak, Babinsa Siak, Satpol PP, Dinas Perhubungan Siak beserta ratusan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran turut membantu memadamkan kobaran api," katanya. 

Petugas, katanya sedikit kesulitan untuk memadamkan kobaran api, karena selain faktor angin yang  bertiup kencang, sehingga api dengan cepat membakar seluruh bangunan, juga adanya di beberapa toko terdapat cat minyak ditambah mercon dan untaian lampion sehingga api dengan mudah menjalar ke seberang jalan," jelas Irwan.

Lebih lanjut kata Irwan, penyebap api menjalar dengan cepat di karenakan bangunan rata-rata berbahan kayu yang usianya puluhan tahun tentu sangat mudah terbakar. 

Selain itu, katanya musibah ini terjadi waktu dinihari disaat pemiliknya masih tertidur lelap, namun petugas damkar bersama aparat kepolisan, Satpol PP dan warga sekitar berusaha membangunkan pemilik ruko dengan cara mengedor pintu. Bahkan aparat ada yang mengampak pintu roling besi, karena ruko bayak yang tutup dan terkunci, hal ini dilakukan agar petugas dapat masuk dan menjangkau kobaran api.

Setelah mendapatkan bantuan 4 unit mobil Damkar dari prusahaan, barulah api dapat kami kuasai pada pukul 05.00 Wib subuh hari. Untuk kobaran api di jalan Sultan Ismail kami mendapat suplay air dari mobil PDAM Siak sebanyak 2 unit 4000 Liter 1 unit 6000 Liter 1 unit 10 000 Liter Ditambah 4 mesin portabel Tohatsu.

"Kita juga menyelamatkan beberapa ruko, dan petugas berhasil mengeluarkan barang-barang berharga dari ruko tersebut, hingga kita mampu memutuskan penjalaran api agar tak meluas ke barisan ruko berikutnya, di seputaran Kelenteng, juga Barisan Ruko yang mengarah ke Masjid Mujahidin Pasar, tim pemadam gabungan sekitar pukul 05.00 lewat berhasil menguasai api, hingga pukul 08.00 wib kita lakukan pendinginan," terang Irwan.

Tragisnya lagi, sambung Irwan beberapa petugas juga terluka akibat tertimpa kayu dan pecahan kaca saat melakukan pemadaman di titik api yang sulit di jangkau.

Akibat kebakaran yang menghanguskan 54 unit bangunan ruko ini kerugian ditaksir mencapai puluhan milyar rupiah. (adi/rls)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini