DBH Migas Turun, Dispenda dan BUMD Digenjot Hasilkan PAD

Redaksi Redaksi
DBH Migas Turun, Dispenda dan BUMD Digenjot Hasilkan PAD
ilustrasi
PEKANBARU, riaueditor.com - Pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas (Migas) untuk Riau hingga Rp1,7 triliun membuat Pemprov Riau kewalahan. Pasalnya, selama ini pendapatan Riau cukup banyak mengandalkan DBH Migas.

Menanggapi hal tersebut, Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rahman mengakui sulit mengganti pendapatan dari DBH tersebut dengan yang lain. Dengan berkurangnya DBH akibat harga minyak dunia yang turun, membuatnya harus mengambil langkah cepat.

"Saya yakin harga minyak dunia yang saat ini sedang turun tidak akan bertahan lama. Jika dalam beberapa bulan ini harga minyak dunia kembali membaik, bisa saja DBH Migas untuk
Riau kembali meningkat," katanya, Jumat (10/4).

Untuk menyiasati perkurangnya pendapatan daerah, Andi mengatakan bahwa tiap satker akan digenjot meninglatkan Pendapatan Asli Daerah. Pihaknya bisa melakukan intensifikasi dan diversifikasi PAD.

"Untuk potensi yang sudah ada akan digali lebih dalam, Selain itu juga kita jemput bola untuk sektor yang tidak tergarap," terangnya.

Masih kata Andi, penurunan DBH ini juga menjadi tugas berat bagi Dispenda untuk meningkatkan PAD. "Tugas Dispenda sudah tidak ringan lagi. Kita juga akan maksimalkan BUMD yang ada, tahun depan akan diajukan Perda mengenai tata kelola BUMD di Riau. Makanya kita selektif pilih pimpinan BUMD," tukasnya.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini