Mengangkat Cita Rasa Senama Nenek: KKN Kelompok 17 Perkenalkan Ayam Salai sebagai Kuliner Khas Desa Senama nenek

Redaksi Redaksi
Mengangkat Cita Rasa Senama Nenek: KKN Kelompok 17 Perkenalkan Ayam Salai sebagai Kuliner Khas Desa Senama nenek
Mengangkat Cita Rasa Senama Nenek: KKN Kelompok 17 Perkenalkan Ayam Salai sebagai Kuliner Khas Desa Senama nenek.

TAPUNG HULU - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 17 Universitas Abdurrab menghadirkan salah satu potensi kuliner lokal Desa Senama Nenek melalui pembuatan ayam salai, yang akan dipamerkan dalam kegiatan Expo KKN sebagai bentuk pengenalan dan pelestarian kekayaan kuliner daerah.

Ayam salai dipilih karena memiliki cita rasa dan proses pengolahan yang khas. Melalui proses pengasapan, ayam menghasilkan aroma serta rasa yang menjadi daya tarik tersendiri. Bagi masyarakat Desa Senama Nenek, kuliner tersebut menjadi salah satu bagian dari kekayaan makanan lokal yang memiliki potensi untuk terus dikenalkan kepada masyarakat luas.

Dalam prosesnya, mahasiswa KKN Kelompok 17 tidak hanya membuat ayam salai sebagai produk makanan, tetapi juga berupaya mengangkat nilai budaya dan potensi lokal yang ada di Desa Senama Nenek. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata mahasiswa dalam mengenal, mendokumentasikan, sekaligus memperkenalkan kekayaan desa selama pelaksanaan KKN.

Produk ayam salai tersebut selanjutnya akan dibawa dan dipamerkan dalam Expo KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab. Melalui expo tersebut, mahasiswa ingin memperkenalkan kepada pengunjung bahwa Desa Senama Nenek tidak hanya memiliki potensi sumber daya alam dan masyarakat yang aktif, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang layak untuk dikenal lebih luas.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan makanan khas kepada generasi muda. Di tengah berkembangnya berbagai makanan modern, keberadaan makanan tradisional perlu terus dijaga agar tidak kehilangan tempat di tengah masyarakat.

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, ayam salai juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan inovasi dalam pengolahan, pengemasan, dan pemasaran, kuliner lokal tersebut dapat menjadi salah satu produk yang mampu mendukung potensi ekonomi masyarakat Desa Senama Nenek.

KKN Kelompok 17 berharap kehadiran ayam salai dalam Expo KKN dapat menjadi langkah kecil dalam memperkenalkan identitas kuliner Desa Senama Nenek kepada masyarakat yang lebih luas.

“Dari Senama Nenek, kami bawa bukan hanya sebuah makanan, tetapi juga cerita, budaya, dan cita rasa yang menjadi bagian dari identitas desa.”

Melalui program ini, KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan program yang berdaya dan berdampak, dengan mengangkat potensi lokal serta mendorong masyarakat dan generasi muda untuk terus menjaga kekayaan budaya yang dimiliki Desa Senama Nenek.(*)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini