Dewan Minta Polisi Tangkap Mafia Kencing CPO di Inhu

Redaksi Redaksi
Dewan Minta Polisi Tangkap Mafia Kencing CPO di Inhu
ist.net
RENGAT, riaueditor.com- Ketua fraksi Demokrat (FD) DPRD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Adila Ansori meminta agar pihak kepolisian daerah Riau segera mengambil tindakan tegas terhadap adanya operasi penampungan kencing Crude Palm Oil (CPO) di sekitar jalan lintas timur, tepatnya di desa Brapit, Kecamatan Seberida, Kabupaten Inhu.

"Informasi dari masyarakat, kegiatan penampungan kencing CPO itu sudah berjalan dalam dua bulan ini, ironisnya kepolisian setempat belum mengambil tindakan," ujarnya, kamis (19/6) ketika dihubungi melalui slulernya.

Operasi penampungan kencing CPO itu bukan menjadi rahasia umum, mafianya sempat membuka dua lokasi di jalan lintas timur.

"Ada dua lokasi penampungan, satu di wilayah Desa Kotalama dan satu lagi di Desa Brapit, namun di desa kotalama sudah ditutup," ungkapnya.

Menurut Adila, dengan mulai maraknya praktik kencing CPO akan menciptakan suasana tidak aman di tengah masyarakat Inhu.

"Untuk itu kami meminta kepada pihak Kepolisian agar menghentikan operasi tersebut, kalau perlu tangkap mafia kencing CPO itu agar Inhu kembali nyaman dan kondusif," harapnya. 

Hasil pantauan di lapangan, penampungan CPO hasil kencing itu berada di sebuah warung di jalan lintas timur, tepatnya di Desa Berapit, Kecamatan Seberida.

Di lokasi itu terlihat kolam penampung kencing CPO ditutup pagar kayu, ada juga puluhan jerigen kosong yang digunakan untuk mengambil kencing CPO dari truk tanki yang memuat CPO dari beberapa pabrik kelapa sawit di wilayah Inhu.

Informasi yang dihimpun di lapangan, hasil kencing CPO itu akan dimuat ke tanki lainnya untuk dikirim ke Dumai.(ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini