Thailand Gunakan Keringat Ketiak Buat Deteksi Covid-19, Ini 4 Faktanya

Redaksi Redaksi
Thailand Gunakan Keringat Ketiak Buat Deteksi Covid-19, Ini 4 Faktanya
Ilustrasi pakaian berkeringat. (dok. freepik/Novi Thedora)

JAKARTA - Pandemi COVID-19 yang belum berakhir sejak akhir 2019 lalu membuat banyak negara terus berusaha mengembangkan teknologi kesehatan. Salah satunya ialah pendeteksi virus COVID-19.

Pengembangan teknologi untuk mendeteksi adanya virus corona ini juga sempat dilakukan di Indonesia. Menggunakan sistem test Genose C19 yang dibuat secara khusus oleh ahli dari Universitas Gadjah Mada ini sempat diterapkan di beberapa stasiun serta bandara.

GeNoSe dibuat sebagai alat alternatif untuk skrining awal adanya COVId-19. Meski begitu, alat ini tak bisa menggantikan adanya tes antigen ataupun PCR. Bukan hanya Indonesia saja yang mengembangkan alat alternatif untuk deteksi COVID-19. Namun, baru-baru ini Thailand juga melakukan hal serupa.

Pengembangan cek deteksi dini COVID-19 yang dilakukan oleh Thailand bahkan berhasil curi perhatian. Pasalnya, Thailand diketahui tengah mengembangkan tes menggunakan keringat ketiak untuk deteksi COVID-19.

Enggak percaya? Dilansir Liputan6.com dari World of Buzz, berikut ini beberapa fakta terkait alat deteksi dini COVID-19 menggunakan keringat ketiak, Senin (13/9/2021).

1. Temukan bahan kimia berbeda

Thailand menemukan cara baru untuk mendeteksi adanya COVID-19 menggunakan keringat ketiak. Meski terdengar tak lazim, namun para ilmuwan Thailand menyebut jika keringat ketiak bisa saja mengandung tanda-tanda halus infeksi COVID-19. Para ilmuwan menyebut jika setiap individu akan mengeluarkan bahan kimia berbeda jika terkena COVID-19.

“Dari sampel, kami menemukan bahwa orang yang terinfeksi Covid-19 mengeluarkan bahan kimia yang sangat berbeda,” kata Chadin Kulsing dari Universitas Chulalongkorn di Bangkok yang dilansir Liputan6.com dari World of Buzz, Senin (13/9/2021).

Tak sampai disitu saja, para ilmuan juga mengembangkan temuan tersebut untuk mendeteksi bau spesifik yang dihasilkan oleh bakteri tertentu dalam keringat pasien COVID-19.


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini