CFO Ditahan, Pendiri Huawei Akhirnya Buka Suara

Redaksi Redaksi
CFO Ditahan, Pendiri Huawei Akhirnya Buka Suara
REUTERS / Bobby Yip
Foto: CEO dan pendiri Huawei, Ren Zhengfei, berjalan di dalam markas besar Huawei di kota Shenzhen di Cina selatan, provinsi Guangdong, dalam foto berkas 16 Oktober 2013 ini.

JAKARTA - Pendiri Huawei Ren Zhengfei mengatakan kepada BBC, Senin (18/2/2019), bahwa penahanan putrinya yang juga CFO perusahaan, Meng Wanzhou, bermotif politik.

"Pertama, saya keberatan dengan apa yang telah dilakukan AS. Aksi bermotif politik seperti ini tidak dapat diterima," kata Zhengfei kepada BBC dalam sebuah wawancara, dilansir dari Reuters.

Kanada menahan Meng pada 1 Desember tahun lalu atas permintaan Amerika Serikat (AS). 

Meng dikenakan dakwaan penipuan transfer dan perbankan demi melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Kasusnya sebenarnya sudah bermula di masa kepemimpinan mantan Presiden AS Barack Obama. Namun, belakangan kasus tersebut dikaitkan dengan perundingan dagang antara AS dan China saat hubungan kedua negara memanas di masa jabatan Presiden Donald Trump.

Pemerintahan Trump bahkan gencar menuduh raksasa teknologi asal China itu menggunakan peralatannya untuk memata-matai AS sehingga ia melarang penggunaan teknologi Huawei dalam jaringan 5G tidak hanya di dalam negeri namun juga mendesak sekutunya menerapkan hal serupa.

(cnbcindonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini