Hotel Hasti Diduga Dijadikan Tempat Mesum dan Judi

Redaksi Redaksi
Hotel Hasti Diduga Dijadikan Tempat Mesum dan Judi
RENGAT, riaueditor.com- Keberadan Hotel Hasti yang berada di belakang SPBU Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ternyata tidak berjalan sesuai fungsinya, selain sebagai penginapan Hotel ini diduga dijadikan tempat mesum dan praktek perjudian. 

Berdasarakan informasi yang berhasil dirangkum dari masyarakat setempat, selain tempat mesum, Hotel Hasti di kecamatan Peranap ini juga menyediakan ruangan karaoke sebanyak tiga unit, dan Meja Billiar sebanyak dua unit.

Salah seorang warga yang enggan namanya dipublikasikan mengatakan bahwa Hotel Hasti sejak lama menerima tamu yang bukan pasangan suami istri, dan Hotel Hasti memang khusus untuk tempat seperti itu.

"Setahu saya tamu-tamu hotel membawa perempuan dari luar atau yang sering mangkal di kafe Aan di Cerenti. Kadang ada juga anggotanya yang di room karaoke, bahkan diduga mempekerjakan anak di bahwa umur.

Disinggung apakah pemilik Hotel Hasti tidak tahu bahwa Hotelnya dijadikan tempat maksiat. Dikatakannya, "Saya kira yang punya tidak tahu karena yang punya tinggal di Pekanbaru, mungkin saja pihak penegak hukum juga tidak mengetahui hal tersebut," ungkapnya.

Namun, sambungnya, Camat tidak mungkin tidak tahu, dan diduga sengaja mendiamkan hal ini, katanya.

Ditambahkannya bahwa belum lama ini ada toke sawit cerenti menginap membawa peremouan yang diduga bukan istrinya, hal ini terjadi akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak hotel, karena pihak hotel tidak pernah menanyakan apakah pasangan tersebut suami istri atau tidak, pungkasnya.
 
Sementara itu pihak Hotel belum dapat dimintai keterangan terkait hal ini, ditanyakan kepada pihak resepsionis hotel membantah hal ini. (ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini