Stabilisasi Rupiah, BI Dukung Rencana Pemerintah Tunda Proyek Infrastruktur

Redaksi Redaksi
Stabilisasi Rupiah, BI Dukung Rencana Pemerintah Tunda Proyek Infrastruktur
ilustrasi

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendukung rencana pemerintah untuk menyeleksi sejumlah proyek infrastruktur untuk ditunda karena terlalu banyak mengimpor barang modal. Pasalnya, impor yang terlalu tinggi membuat suplai dolar AS di dalam negeri makin berkurang dan menekan rupiah.

"Tapi, ya memang proyek-proyek itu penting. Tapi, kita bisa lihat prioritasnya seperti apa. Mana yang punya kadar impor tinggi mungkin bisa sedikit ditunda dan mungkin nanti bisa dilanjutkan lagi," katanya Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, Jakarta, Minggu (29/7/2018).

Sejauh ini, neraca perdagangan Indonesia baru terjadi dua kali surplus sepanjang 2018, yaitu pada bulan Maret dan Juni. Terakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Juni 2018 surplus sebesar USD1,74 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh surplus nonmigas USD2,14 miliar yang mampu menutupi defisit migas terutama hasil minyak. Secara kumulatif neraca perdagangan Januari-Juni 2018 masih defisit sebesar USD1,02 miliar.

Mirza kembali menyatakan, defisit transaksi berjalan (current account defisit/CAD) pada tahun ini akan menembus USD25 miliar akibat nilai impor yang meningkat. Meski melebar, defisit tersebut masih yang aman karena berada di bawah kisaran 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Tahun ini diperkirakan USD25 miliar atau lebih. Namun kan bagus kalau kita lebih selektif melihat mana yang proyek-poryek yang punya kandungan impor besar bisa sedikit di tunda, supaya akselerasi impornya itu agak tertahan," tuturnya.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini