Hindari Resiko, Industri Tambang Minerba Padat Modal

Redaksi Redaksi
[caption id="attachment_1045" align="alignleft" width="320"] Areal pertambangan PT. MIA[/caption]

PEKANBARU(RE)-Industri pertambangan Mineral dan Batubara adalah industry pertambangan yang padat modal dan resiko. Dalam kegiatannya, pelaku industri di bidang ini sebisa mungkin menghindari resiko yang bisa menimbulkan kerugian.

Demikian dituturkan M. Ridwan Dermawan, Kasi Pertambangan Batubara Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Riau kepada RE menanggapi munculnya permasalahan areal pertambangan yang diduga bermasalah.

Seperti PT. Manunggal Inti Arthamas di Kabupaten Kuansing yang diduga melakukan eksploitasi batubara di atas kawasan Hutan Lindung Rimbang Baling, Kab. Kuansing, diakui Ridwan permasalahan legalitas areal pertambangan ini memang kerap terjadi. Namun itu, sebelum melakukan kegiatannya perusahaan tentunya sudah melaksanakan kewajibannya.

“Industri pertambangan mineral dan batubara ini bisnis yang padat modal, padat resiko dan dilakukan dengan teknologi tinggi. Pastinya pelaku usaha di sector ini akan menghindari resiko-resiko seperti legalitas areal pertambangan itu,” katanya.

Tambahnya, dengan modal yang besar tersebut pelaku bisnis di sector pertambangan seperti PT. MIA perusahaan lainnya tak akan mau mengambil resiko seperti melakukan penambangan pada lahan yang belum jelas. “Ini mengingat modal besar yang dikeluarkannya, tentunya aktifitas dan kegiatan dilakukan dengan sangat hati-hati,” terang Ridwan. (aa)

 
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini