Menjadi Buruh Dadakan, Sejumlah Warga Pungut Sampah Kertas Sembahyang

Redaksi Redaksi
Menjadi Buruh Dadakan, Sejumlah Warga Pungut Sampah Kertas Sembahyang
hen/riaueditor.com
Buruh dadakan sedang bekerja memungut dan mengangkat kertas sembahyang di lingkungan pekong (vihara) Bagansiapiapi, Sabtu (14/6).
BAGANSIAPI-API, riaueditor.com- Menjadi buruh dadakan di kampungnya sendiri adalah jalan alternatif bagi pemuda tempatan guna menutupi gelar pengangguran, hal itu hanya terjadi pada sempena iven Bakar Tongkang setahun sekali di Bagansiapiapi.

Sejumlah pemuda rela bekerja sebagai pemungut sampah sisa kertas dari siang hingga malam selama dua hari berturut turut (12-13 Juni) di lingkungan pekong (tempat ibadah warga Thionghoa).
 
Pantauan riaueditor.com Sabtu (14/06) para pekerja ini sepertinya sudah paham dengan tugasnya masing masing tanpa harus menunggu instruksi dari toke yang membayar upahnya. Dengan uletnya mereka bekerja memungut semua sampah kertas sembahyang yang tercecer di kolong-kolong meja tempat warga melakukan ritual.

"Ini malam terakhir kita bekerja sebagai pemungut sisa kertas sembahyang, yang seterusnya dimasukan ke goni dan kita taruh di samping pekong. Sampah ini besok akan dibawa ketempat pembakaran bersama-sama tongkang yang dibakar," ujarnya.

Mengapa para pekerja ini sanggup melakukan pekerjaan di tempat peribadatan agama lain,? Ogi salah seorang buruh mengatakan daripada tidak ada kerja, hanya itu yang bisa dilakukannya, itupun setahun sekali.

"kita digaji tiga ratus ribu selama dua hari ini, Ya, lumayanlah daripada menganggur," pungkasnya.(hen)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini