GMB Salurkan Bantuan Untuk Sekolah Marginal

Redaksi Redaksi
GMB Salurkan Bantuan Untuk Sekolah Marginal
anje/riaueditor.com
Relawan menjadi guru selama satu hari berbagi ilmu.
SELATPANJANG, riaueditor.com– Relawan Gerakan Meranti Berkibar (GMB) sebuah komunitas yang dibentuk secara spontanitas atas keprihatinan melihat kondisi lokal jauh SD Negeri 6 Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebing Tinggi, senin (31/3) kemarin menyalurkan bantuan berupa alat tulis, buku bacaan, sepatu, tas, dan bantuan lainnya. Selama 2 hari, relawan yang berasal dari berbagai latar belakang ini, rela berbagi ilmu dengan murid disana.
 
"Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk keprihatinan kami terhadap pendidikan bangsa ini. Karena pada umumnya, relawan pernah merasakan kehidupan susahnya mendapatkan pendidikan. Saya sendiri merasakan bagaimana susahnya pergi ke sekolah yang jaraknya cukup jauh dengan berjalan kaki, harus mengarungi banjir, menyeberangi laut dengan sampan. Tapi kita tidak pernah terbayangkan, saat ini masih ada sekolah yang memprihatinkan seperti ini," ucap Ir Ruslan Nahrowi, Ketua GMB.
 
Menurut Ruslan, yang juga seorang jurnalis ini, dari pengamatannya di lapangan, sekolah-sekolah marginal masih banyak terdapat di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti yang memerlukan perhatian.

"Orang bisa saja bilang kami ini gila. Tapi untuk membangun memang dibutuhkan orang-orang yang gila dan nekat. Ki Hajar Dewantoro juga dianggap gila karena mendirikan suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa sekolah seperti para bangsawan dan orang-orang Belanda. Founding Father Indonesia, Soekarno-Hatta, juga dianggap gila. Namun karena kegilaan mereka kita dapatkan kemerdekaan Indonesia ini," imbuhnya.
 
Ditambahkan Ruslan, kegiatan mereka ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, hal ini dilihat dari jumlah dana yang mereka himpun dalam waktu relative singkat.

"Alhamdulillah dalam waktu dua minggu bantuan mengalir begitu saja ke posko relawan, baik dalam bentuk barang maupun dalam bentuk uang yang kemudian kita belikan barang-barang untuk bantuan, kalau ditafsirkan jumlah keseluruhannya bisa mencapai Rp 30 juta. Padahal misi awal kita hanya ingin membangun tiang bendera dan melatih apel serta memberikan motivasi kepada adik-adik disana," ungkapnya.
 
Sementara itu, menurut koordinator kegiatan, Siti Rahmi bantuan yang dihimpun oleh relawan tak hanya berasal dari Kabupaten Kepulauan Meranti, namun juga berasal dari luar daerah.

"Gerakan ini berawal ketika kita mempostingkan foto-foto lokal jauh SDN 6 tersebut di jejaring social facebook. Dari foto-foto itu lahir inisiatif teman-teman untuk membentuk relawan, Ada yang dari Jakarta, Makasar, Pekanbaru, dan Batam. Maka kemudian mengalirlah bantuan-bantuan tersebut. Salah satu perusahaan tambang, EMP Mallaca Strait juga akan menyumbangkan bangunan MCK untuk sekolah ini," bebernya. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini