Atasi Banjir, Kades Libatkan Pengusaha Gali 5 km Kanal

Redaksi Redaksi
Atasi Banjir, Kades Libatkan Pengusaha Gali 5 km Kanal
anje/riaueditor.com
Kanal sepanjang 5 km yang dibuat atas prakarsa Kades berkerja sama dengan Pengusaha lokal.
TANJUNGPERANAP, riaueditor.com– Dengan dibangunnya jembatan penyeberangan Roro KMP Berembang di Kampung Balak menjadikan Desa Tanjung Peranap sebagai desa yang bakal ramai dilintasi masyarakat untuk berpergian ke Pekanbaru atau pun sebaliknya.

Namun hal ini terkendala banjir pada beberapa titik, "Kita sudah sering meminta pemerintah untuk segera membenahi ataupun mencarikan solusi mengatasi masalah banjir ini, namun hingga saat ini usaha pemerintah tidak maksimal. Untuk itu kami melibatkan pengusaha lokal beberapa pemilik kilang sagu, agar membuatkan kanal untuk pembuangan air ke laut.

"Alhamdulillah minggu kemarin kita sudah berhasil membuat kanal sepanjang 5 km, air yang menggenangi jalan poros perlahan mulai surut," tutur Syahruddin, Kades Tanjung Peranap kepad riaueditor.com, Jum'at (5/4).
 
Syahruddin yang akrap disapa Ical ini mengatakan, pembangunan kanal menelan biaya Rp 250 juta itu, tak hanya berfungsi sebagai pembuangan air ke laut, namun dibangun untuk berbagai fungsi lainnya, salah satunya adalah pengendalian kebakaran hutan.

"Kita berhadap kanal ini nantinya akan menjadi sumber air untuk mengendalian karhutla, karena daerah ini juga sering menjadi langganan kebakaran. Dan pemilik kilang sagu juga bisa memanfaatkan air tersebut. Kita minta kepada mereka agar ketika terjadi banjir, pintu airnya harus dibuka sedangkan apabila musim kemarau pintu kanalnya harus ditutup untuk menjaga ketersediaan air," ujarnya.
 
Selama ini, sebentar saja diguyur hujan air akan menggenaingi jalan poros sepanjang 1 kilometer, bahkan lebih. Dengan kondisi seperti ini, sudah tidak memungkinkan lagi jalan tersebut untuk digunakan.

"Tinggi air itu mencapai lutut orang dewasa, kendaraan bermotor tidak akan bisa melintasinya, masyarakat terpaksa menempuh jalur laut-darat melewati beberapa penyeberangan yang harganya cukup mahal," terang Ical.
 
Sehingga, sambung Ical, diperlukan 3 sampai 4 titik untuk dibuatkan kanal. Ia berharap instansi terkait turut membantu menyelesaikan masalah banjir tersebut. "Jika ini tidak segera diatasi, maka percuma saja Roro yang bersandar di kampong Balak," tukasnya.

"Kalau jalan bagus otomatis penyebrangan Roro bisa berjalan lancar. Setiap kali berangkat, KMP Berembang tanpa penumpang, ini kan menjadi sesuatu yang sia-sia dibangunnya Roro didesa ini. Disinilah kita berharap kepada semua pihak untuk bersama-sama memikirkan upaya-upaya yang patut mengatasi hal ini. Agar memudahkan masyarakat kita bergerak, beraktifitas ke Selatpanjang, maupun keluar daerah seperti ke Pekanbaru, Siak dan sekitarnya," harap Ical.
 
Pembangunan kanal mendapat apresiasi dari masyarakat setempat, seperti yang dituturkan Samin (40), menurutnya desa mereka akan tetap terisolir jika banjir masih menggenangi jalan poros.

"Sudah satu tahun lebih Roro di kampong kami, tapi tidak membawa perubahan apa-apa. Percuma saja pemerintah membangun Roro dengan uang banyak, jika masyarakat tidak bisa melintasi jalan karena banjir. Harus kita acungi jempol, apa yang telah dilakukan Kades bersama pengusaha sagu ini. Mudah-mudahan ini juga membuka mata pemerintah kita untuk mencarikan jalan mengatasi banjir selama ini," tandasnya. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini