Inilah Atraksi Unik Desa Wisata Koto Masjid yang Dikunjungi Sandiaga Uno

Redaksi Redaksi
Inilah Atraksi Unik Desa Wisata Koto Masjid yang Dikunjungi Sandiaga Uno
Menparekraf Sandiaga Uno (mengenakan kostum biru), berbincang bersama Gubernur Riau, Syamsuar sebagai pembina desa wisata, di Puncak Kompe, Kampar, Riau, Minggu (12/9/2021)

Selain itu, desa peraih 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 ini, juga memiliki daya tarik wisata rumah produksi kriya dari bambu, lidi sawit, rotan dan pandan. Kemudian, objek wisata alam air terjun sungai gagak, lembah aman, dan talau pusako.

Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, Riau memiliki 1.859 desa/kelurahan. Dari jumlah ini, sebanyak 123 desa telah dicanangkan sebagai desa wisata dengan kategori alam, budaya, ekonomi kreatif, buatan, dan dengan produk wisata atraksi, edukasi, kuliner dan lainnya.

"Alhamdulillah Desa Wisata Koto Masjid di Kabupaten Kampar lolos 50 besar Anugerah Pariwisata Indonesia tahun ini. Insya Allah kedatangan pak Menteri Sandiaga Uno, diharapkan bisa membawa kemajuan sektor pariwisata di Provinsi Riau," ujar Gubernur Riau, Syamsuar.

"Kami memberikan apresiasi program ADWI 2021 Kemenparekraf. Semoga mampu mendorong semua pelaku parekraf sehingga bisa menjadikan desa wisata yang mampu berkembang dalam menopang perekonomian bangsa Indonesia menjadi kuat, dan bangkit kembali dari dampak COVID-19," tutur Gubernur Riau.

Desa Koto Wisata Masjid menyediakan 18 homestay yang masih berkonsep rumah warga. Diberi nama Homestay Patin 1 hingga 18. Lalu juga ada rumah daur ulang kreatif sebagai pemanfaatan limbah. Keberadaanya selain untuk mengurangi sampah juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Riau, Roni Rakhmat menjelaskan pada ajang ADWI 2021 dari total 123 desa wisata di Riau, hanya ada 41 desa yang ikut mendaftar. Setelah melalui proses kurasi dewan juri hanya 1 desa dari Riau yang berhasil lolos.

"ADWI 2021 diharapkan mampu menjadi pemantik kebangkitan sektor pariwisata yang saat ini terdampak pandemi COVID-19. Kami optimis program desa wisata terus tumbuh sebagai pariwisata alternatif sehingga sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi daerah," tandasnya.(MCR)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini