Tradisi Jejamu

Oleh: Liza Kusnilawati, Mahasiswi S1 Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Riau
Redaksi Redaksi
Tradisi Jejamu
Foto: Liza Kusnilawati
Tradisi Jejamu

Rokan Hilir - Pada masyarakat suku Melayu terdapat suatu adat istiadat yang dilaksanakan secara turun temurun yaitu "Tradisi Jejamu". 

Tradisi ini dilaksanakan pada saat seorang wanita hamil memasuki usia kehamilan 7 bulanan akan mengadakan tradisi jejamu. 

Tradisi jejamu dilaksanakan untuk menjaga kesehatan tubuh supaya tidak diganggu oleh jin, hal ini sama dengan ruqyah.

 

Menurut Jakfar, salah satu masyarakat yang berperan pada pelaksanaan ritual Jejamu, Rohil, tradisi Jejamu dilakukan untuk mengusir jin yang masuk ke dalam tubuh, hal ini sangat berpengaruh terhadap wanita yang sedang hamil menjelang proses melahirkan. Namun, jika tradisi ini tidak dilakukan maka seluruh tubuh akan terasa sakit.

Dalam pelaksanaan jejamu anggota keluarga menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan menjelang proses pelaksanaan ritual. 

Pihak keluarga yang bersangkutan mengundang seorang khalifah (guru) untuk melakukan ritual jejamu. Khalifah memulai ritual dengan membacakan doa-doa. 

Keluarga yang mengadakan jejamu disarankan makan dalam talam besar yang berisi nasi kuning dan ayam rending sampai kenyang. 

Setelah selesai makan maka makanan yang tersisa dibagikan kepada tetangga terdekat. 

Sebagian alat-alat jejamu dilayarkan ke sungai disebut dengan limeh dan alat-alat yang diletakkan di daratan disebut dengan ancak.(*)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini