Distankan Pekanbaru Turunkan Tim Pemantau Jelang Iduladha 1447 H, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

Redaksi Redaksi
Distankan Pekanbaru Turunkan Tim Pemantau Jelang Iduladha 1447 H, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat
Ilustrasi.(Foto: Dok)

PEKANBARU – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distakan) Kota Pekanbaru mulai memperketat pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayah Pekanbaru menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H tahun 2026.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distankan Kota Pekanbaru, Zulpan Ependi mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim pemantau untuk mendata jumlah hewan kurban yang masuk ke Kota Pekanbaru.

“Saat ini kami sudah melakukan pemantauan melalui tim yang berjumlah 30 orang. Hewan yang masuk dipantau sehingga nantinya dapat diketahui jumlah sapi dan kambing yang masuk ke Pekanbaru,” ujarnya.

Selain melakukan pendataan, Distankan l juga akan menggelar sosialisasi kepada pengurus masjid terkait tata kelola hewan kurban dan pengawasan kesehatan hewan.

“Kami rutin melaksanakan sosialisasi setiap tahun kepada pengurus masjid yang mengelola hewan kurban. Rencananya kegiatan tersebut digelar pada Selasa mendatang di DPP,” jelasnya.

Zulpan menambahkan, pengawasan langsung terhadap hewan kurban di kandang penggemukan maupun lokasi penjualan akan mulai dilakukan secara menyeluruh pada H-10 Iduladha.

“Mulai H-10 Iduladha kami akan turun langsung memantau seluruh hewan kurban agar jumlah dan kondisi kesehatannya dapat diketahui hingga hari pelaksanaan,” katanya.

Pada hari penyembelihan kurban, pengawasan akan dilakukan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Riau dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Riau.

“Total sekitar 75 petugas akan turun ke lapangan, terdiri dari 30 orang dari PDHI, 33 mahasiswa kedokteran hewan Unri, dan sisanya dari dinas,” tambahnya.

Petugas nantinya akan melakukan pemeriksaanante-mortemdanpost-mortemuntuk memastikan daging hewan kurban layak dikonsumsi dan bebas dari penyakit.

Petugas akan memeriksa kondisi hewan, termasuk organ dalamnya. Jika ditemukan penyakit atau cacing yang membahayakan, maka daging tidak boleh dikonsumsi masyarakat. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter hewan.

Distankan Pekanbaru berharap pengawasan tersebut dapat memastikan hewan kurban yang beredar di Pekanbaru dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan nyaman.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini