Pesta Sungai Bokor Kembali Hadir

Redaksi Redaksi
Pesta Sungai Bokor Kembali Hadir
azw
Pesta Sungai Bokor Kembali Hadir.
SELATPANJANG, riaueditor.com - Pesta Sungai Bokor ke-5 bakal kembali hadir yang akan dibuka Senin (27/7), oleh Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir. Perhelatan seni budaya dan permainan tradisional itu akan digelar di Desa Wisata Bokor, Kecamatan Rangsang Barat.

Ketua Panitia Pelaksana Pesta Sungai Bokor, Sopandi Bathin Galang, menyampaikan kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin dan Selasa (27-28/7).

"Sesuai jadwal Bupati Irwan nanti yang akan membuka langsung," ucap Sopandi, Minggu (26/7) kepada media ini.

Berbagai tamu undang sudah mengkonfirmasi kehadiran mereka dalam kegiatan tersebut. Mulai dari kumpulan dendang dari Trengganu Malaysia sebanyak 35 orang, Forum Kompang dari Kota Batam, Sanggar seni dari Kota Siak, Sanggar Panglima dari Kabupaten Pelalawan, Sanggar Sri Melayu dan Grup Band Sunday Holiday dari Kota Pekanbaru. "Juga ada penampilan sanggar seni lokal yang akan menampilkan Joget Sonde dan Tari Zapin," ucapnya.

Selain pertunjukan seni musik dan tari, pesta yang dilaksanakan di tepian Sungai Bokor itu juga akan diisi berbagai perlombaan permainan tradisional masyarakat Kepulauan Meranti. Mulai dari lomba lari di atas tual sagu, lomba golek tual, mancing senepak, main senengkik, gasing dan beberapa permainan tradisional lainnya.

"Bagi wisatawan yang ingin berkunjung saat pesta bokor nanti, panitia juga sudah menyiapkan homestay, dengan tarif Rp 60 ribu permalam," jelas Sopandi.

Dijadwalkan pada pembukaan Pesta Sungai Bokor ke 5, Senin (27/7) nanti akan dilakukan penyerahan rekor dari Musium Rekor Indonesia (MURI), untuk kategori lari tual sagu terpanjang dan satu-satunya di Indonesia. "Saya sudah berkordinasi dengan pihak Muri di Jakarta. Mereka sudah menyatakan kesiapan untuk hadir," tutur Sopandi.

Meski begitu, ia mengaku belum bisa memastikan pemberian rekor tersebut jadi atau tidak dilakukan pada pembukaan pesta sungai bokor nanti. Alasannya, masih terkendala beberapa masalah termasuk finansial untuk mendatangkan pihak muri tersebut.

"Hari ini (semalam, red), saya coba terus berkordinasi dengan pihak terkait membicarakan masalah ini. Kita berharap pihak Muri bisa datang nanti, karena ini kesempatan emas bagi kita untuk "mempatenkan" permainan asli masyarakat Meranti itu," harap lelaki yang telah sukses melaksanakan berbagai iven budaya di Desa Bokor Rangsang Barat itu.(azw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini