"Banglas Bedelau" Wakil Kota Sagu di Festival Film Pendek Riau 2021

Redaksi Redaksi
"Banglas Bedelau" Wakil Kota Sagu di Festival Film Pendek Riau 2021
riaueditor.com/bom

KEP.MERANTI, riaueditor.com - Dari Kota Sagu, Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti, Komunitas Tuah Melayu akan mengikuti Festival Film Pendek Riau (FFPR) tahun 2021 yang ditaja Dinas Pemuda dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau dengan mengambil lokasi di salah satu pilihan Desa Wisata yang ada di Provinsi Riau.

Festival yang ditaja oleh Dinas Pariwisata Provinsi Riau dengan mengangkat tema Desa Wisata di Riau ini akan diikuti sekitar 60 perserta dari kabupaten/ kota yang ada di Riau.

Komunitas Tuah Melayu merupakan satu dari dua peserta wakil dari kabupaten Kepulauan Meranti. Memilih setting Wisata Jembatan Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi dengan Judul "Banglas Bedelau" disutradarai oleh anak watan Meranti, Tengku Harzuin yang akrab disapa Bombom, Tengku Harzuin ikut berakting dalam film pendek ini.

Film ini semakin kuat, karena Alifya Dinica Wahyudi sang pemeran utama adalah Putri Remaja Cilik 2020, Jakarta mewakili Provinsi Riau.

"Alhamdulilah dengan berkat kerjasama tim Tuah Melayu Production dan didukung

semua aktor dari Kepulauan Meranti yang berbakat dan kompak, film Banglas Bedelau

mulai rampung yang saat ini masuk proses editing. Kami akan segera mengirimkan

karya ini kepada panitia Festival Film Pendek Riau," kata Menagermen Tengku

Harzuin Alias Bombom kepada media ini, Selasa (21/9/2021).

Bombom berharap dukungan semua pihak, baik itu secara langsung maupun tidak

langsung dukungan moril dan do'a, agar film Banglas Bedelau menjadi film wisata dan

mendapat juara.

"Harapannya tentu dukungan dan do'a dari masyarakat Kepulauan Meranti, terkhusus kepada Kepala Daerah Bupati Meranti, H Adil,SH. Kami ucapkan terima kasih tak terhingga kepada pak Bupati HM Adil, para crew dan semua pihak. Kami bukan apa-apanya tanpa kalian," ungkap Bombom.

"Terima kasih juga atas semangat kawan-kawan Tuah Melayu crew. Kepada Alifya juga

menjadi tokoh central di film ini. Kami bersyukur bisa ikut ajang ini yang tentunya menaruh harap juara dan bisa mengharumkan nama Kepulauan Meranti, dan itu menjadi target kami," ujar Vikar yang juga Ketua tim Tuah Melayu Production.

Kendala peralatan telah lumrah terjadi bagi film maker apalagi bagi mereka yang

tinggal jauh dari ibukota negara. Walaupun demikian, Tuah Melayu yang diketuai Vikar

dan Tengku Harzuin selaku pembina memanfaatkan smartphone yang tentunya mengikuti juknis dan ketentuan dari panitia pelaksana.

Mereka terus berkarya dan penuh semangat tanpa rasa lelah untuk membesarkan

komunitas melayu di Tanah Jantan. (*/bom)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini