Mawardi: Perhatikan Hal-Hal yang Membatalkan Ibadah Haji

Redaksi Redaksi
Mawardi: Perhatikan Hal-Hal yang Membatalkan Ibadah Haji
sy/riaueditor.com
Para Jemaah Calon Haji dilapangan Pelajar Bangkinang
BANGKINANG, riaueditor.com– Dalam menunaikan Ibadah Haji, hendaknya calon jemaah haji dapat memperhatikan hal-hal yang bisa membatalkan Ibadah haji, kata ketua majelis ulama indonesia (MUI) kabupaten Kampar, Dr H Mawardi Muhammad Sholeh Lc MA dalam evaluasi Umrah dihadapan calon jemaah haji di lapangan Pelajar Bangkinang kemarin.
 
Dikatakan, adapun hal-hal yang dilarang dalam menunaikan Ibadah haji atau berihram tersebut diantaranya, mencukur rambut dari seluruh badan (seperti rambut kepala, bulu kumis jenggot dan lainnya), menggunting atau memotong kuku, menutup kepala dan menutup wajah bagi perempuan kecuali jika lewat laki-laki yang bukan mahrom di hadapannya, Mengenakan pakaian berjahit yang menampakkan bentuk lekuk tubuh bagi laki-laki seperti baju, celana dan sepatu.

Selanjutnya, dalam Ibadah haji atau berihram juga dilarang menggunakan harum-haruman, memburu hewan, melakukan khitbah dan akad nikah, Jima' (hubungan intim). Jika dilakukan sebelum tahallul awwal (sebelum melempar jumroh Aqobah), maka ibadah hajinya batal. Hanya saja ibadah tersebut wajib disempurnakan dan pelakunya wajib menyembelih seekor unta untuk dibagikan kepada orang miskin di tanah suci.

Apabila tidak mampu, maka ia wajib berpuasa selama sepuluh hari, tiga hari pada masa haji dan tujuh hari ketika telah kembali ke negerinya. Jika dilakukan setelah tahallul awwal, maka ibadah hajinya tidak batal. Hanya saja ia wajib keluar ke tanah halal dan berihram kembali lalu melakukan thowaf ifadhoh lagi karena ia telah membatalkan ihramnya dan wajib memperbaharuinya. Dan  ia wajib menyembelih seekor kambing, jelas Mawardi.

untuk itu kepada seluruh jamaah calon haji agar selalu dapat menjaga hati dan ucapan dengan memperbanyak sabar serta bertawakal kepada Allah SWT. Jika ada suatu masalah atau kesulitan, ucapkanlah Alhamdulillah dan beistiqfarlah. Karena, semua yang terjadi pada diri kita adalah kehendak Allah SWT, terimalah dengan ikhlas dan lapang dada, tegasnya. (sy)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini