Dewan Minta Polresta Usut Tuntas Keberadaan Aliran Ahmadiyah Di Pekanbaru

Redaksi Redaksi
Dewan Minta Polresta Usut Tuntas Keberadaan Aliran Ahmadiyah Di Pekanbaru
ist.net
Dewan Minta Polresta Usut Tuntas Keberadaan Aliran Ahmadiyah Di Pekanbaru
PEKANBARU, riaueditor.com - Aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru mengindikasikan keberadaan aliran Ahmadiyah telah merebak di Kota Bertuah ini. Mencegah meluasnya aliran tersebut, Anggota legislatif mengharapkan aparat kepolisian dapat mengusut tuntas.

"Karena keberadaan aliran Ahmadiyah belum dilegalkan pemeirntah, maka maysarakat harus mewaspadai berkembangnya aliran tersebut di tengah-tengah masyarakat Kota Pekanbaru," kata anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Tarmizi Ahmad ketika dikonfirmasi, Kamis (11/8)

Kepada penegak hukum, Tarmizi meminta agar  menelusuri terhadap keberadaan aliran ini, hal ini agar aliran tersebut tidak berkembang. " Jangan ketika mereka berkembang, baru kita sibuk. Begitu dapat informasi ya langsung tindak lanjuti. kita minta Kapolres jangan biarkan ini," pintanya.

Hal senada juga disampaikan Wakil ketua DPRD Pekanbaru, Sigit Yuwono. Ia minta Pemerintah secara resmi juga sudah melarang terhadap keberadaan aliran yang dinilai sesat tersebut berkembang ditengah-tengah masyarakat.

"Kepada RT/RW, seandainya ada kejanggalan dengan pendatang baru. kita minta agar segera lapor kepada aparat yang berwajib. Selain itu masyarakat juga seperti itu, lapor ke RT/RW seandainya ada gerak-gerik mencuruigakan," pintanya.

Menurutnya keberadaan aliran ahmadiyah tidak bisa ditolerir, untuk itu antar masyarakat, dan pejabat dipemerintahan agar segera bertindak jika mendapat laporan terkait keberadaan aliran tersebut. "Sama-sama kita antisipasi ini, aparat kepolisian juga begitu," ungkapnya.(eza)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini