Perjuangkan Nasib Guru, Melalui PSI Devi Warman Maju Caleg DPR RI

Redaksi Redaksi
Perjuangkan Nasib Guru, Melalui PSI Devi Warman Maju Caleg DPR RI
Devi Warman

PEKANBARU, riaueditor.com - Berangkat dari keprihatinan atās nasib guru di Provinsi Riau, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kota Pekanbaru Devi Warman memilih terjun ke dunia politik. Tujuannya untuk memperjuangkan nasib guru khususnya honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi namun tak kunjung diangkat menjadi PNS.

"Hari ini guru dan Kepala sekolah yang populer guru dana BOS, dulu bernama guru komite tidak ada kejelasan nasib mereka.  Karena PP 48 dicabut. Praktis kejelasan status honorer mereka untuk menjadi PNS tak jelas", ujar Devi Warman yang maju menjadi Caleg DPR RI dari Dapil I Riau, Senin (24/09/18).

Ia mengatakan di Pekanbaru saja guru honorer K2 497 orang. Sementara formasi yang baru buka sekarang hanya 4 orang saja. 

Caleg yang maju melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu mencontohkan, ketika guru K2 berusia 28 tahun dan hingga 10 tahun mengabdi tak ada pengangkatan, maka praktis ketika mereka sudah berusia 38 tahun mereka tak boleh ikut tes PNS karena sudah lewat batas usia.

"Maka muaranya semua itu perjuangan PP, kebijakan Permendikbud dan Permen Pan. Oleh karena itu ibu ketua umum PGRI pusat DR. Unifah mendorong kader kader PGRI daerah untuk duduk di eksekutif dan legislatif. Alasannya semakin banyak guru di Senayan maka PP 48 bisa kita robah", ujar Devi Warman.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru itu mengungkapkan, niatnya maju Caleg DPR RI, sudah permisi atau sowan terlebih dahulu kepada para guru khususnya para guru di kota Pekanbaru.

"Motifasinya murni memperjuangkan nasib guru tak ada yang lain. Dan secara konstitusi merupakan tanggungjawab dan kewenangan DPR bisa kita membantu masyarakat. Soal berhasil tidaknya memperjuangkan nasib guru honorer itu tergantung di fraksi nanti", ucap Devi Warman.

Menyinggung soal pengalamannya ketika maju Pilwako Pekanbaru 2016 silam, Devi Warman mengatakan demokrasi itu harus bahagia, jangan menjadi beban. 

"Sebab kalau politik itu dijadikan beban, itu tidak bahagia. Makanya dalam menghadapi konstalasi Pileg ini termasuk Pilpres sebagai calon harus bahagia. Dalam arti kita harus mampu memahami kondisional masyarakat. Yang kedua kita harus bijak dalam mengatur strategi ", katanya.

Ia mengaku meski kompetitornya banyak yang punya nama besar untuk maju memperebutkan kursi DPR RI dari Dapil Riau 1, namun dirinya tetap ingin berkompetisi secara sehat.

Terkait ketersediaan finansial yang ia miliki, Devi Warman mengatakan PKPU sudah mengatur. Dimana perusahaan, BUMN dan perorangan boleh memberikan sumbangsihnya. 

"Maka kita punya harapan disitu. Mudah mudahan dengan back ground kita dari pendidikan ini banyak yang bersimpati kepada kita. Ada nanti yang menyumbang kaos dan kita juga dibantu oleh partai", ujarnya.

Terkait basis suara kata Devi Warman, selain guru di 7 kabupaten/kota Dapil Riau 1, Devi Warman juga berharap dapat meraup suara dari masyarakat khususnya majelis taklim (pengajian). Terlebih lagi partai yang ia gunakan merupakan partai yang identik dengan kawula muda.

Yang jelas kata Devi Warman, pihaknya mengusung kosep anti korupsi dan integrasi. Ia pun menargetkan khusus kota Pekanbaru bisa meraup 100 ribu suara. (fin)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini