Kader Ngamuk, Meja & Kursi Kantor Golkar Dibakar

Redaksi Redaksi
Kader Ngamuk, Meja & Kursi Kantor Golkar Dibakar
Foto: Amir Sarifudin/Okezone
Kader Ngamuk, Meja & Kursi Kantor Golkar Dibakar
BALIKPAPAN - Kantor Partai Golkar Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Kalimantan Timur, digemparkan oleh aksi sejumlah kader dan simpatisan Golkar. Mereka mengamuk, membalikkan kursi tamu dan meja, serta membakarnya di halaman kantor.

Kader juga memecahkan kaca meja dan kaca papan pengumuman partai. Aksi spontan ini sebagai bentuk kemarahan, kekecewaan atas belum jelasnya kepastian kader terbaiknya, Andi Burhanudin Solong (ABS), ketua DPD Golkar Balikpapan yang juga anggota DPRD Provinsi Kaltim untuk maju pada Pilkada Balikpapan Desember 2015.

"SK DPP yang ditujukan kepada kader terbaiknya pada pencalonan Pilkada Balikpapan, belum jelas sampai hari ini. Makanya teman-teman marah. Ini bentuk kekecawaan kader pada DPP," kata NG Priyono, Wakil ketua Bidang Pemuda dan Olahraga yang juga ketua AMPG Balikpapan.

Kader Ingin Ketua DPD Golkar Andi Burhanudin Solong, diusung sebagai calon Wali Kota dari Golkar, untuk bisa maju Pilkada Balikpapan.

Kader sendiri yang membakar dan memadamkan api. Tampak kader dan pendukung Andi Burhanudin berkerumunan di halaman kantor. Aksi ini membuat masyarakat yang melintas menonton.

"Ini bentuk kekecawaan kami para kader. Kita pengin kader Golkar maju karena yang berdarah dan susah payah membesarkan partai ini dari 6 kursi, jadi 9 kursi sekarang 12 kursi. Sekarang Giliran maju, kok yang dipakai orang lain. Periode lalu kan sudah dipakai orang lain," terangnya.

Dia juga menyayangkan kabar beredarnya SK DPP di luar kantor Golkar. SK DPP sejak pekan lalu beredar dan DPP mendukung pasangan Rizal Effendi (incumbent)-Rahmad Mas'ud (Pengusaha) yang dinilainya bukan kader dari bawah. Kabar itu katanya belum sepenuhnya benar karena yang terbaru DPP Golkar mendukung ABS.

"Untuk Agung Laksono sudah dukung ABS untuk maju sekarang tinggal nunggu yang dari ARB (Aburizal Bakrie). Di internal ARB masih tarik-menarik belum sepakat karena masih ada 3 petinggi DPP yang belum tandatangan. Seharusnya Pusat harus pertimbangan daerah jangan dikasih ke orang lain," tandasnya.

NG Priyono menegaskan Kalau ABS yang merupakan kader pejuang Golkar tidak ikut pilkada dipastikan tidak ada pilkada bagi orang Golkar Balikpapan. " Kalau ABS tidak maju itu artinya tidak ada pilkada bagi kader dan pendukung Golkar. Di sini ada 68 ribu pemilih Golkar," serunya.

"Kalau begitu sebaliknya tidak perlu ada Golkar Balikpapan. Karena percuma kerja keras kader tidak dihargai pusat. sekarang ini ABS masih di Jakarta untuk memastikan itu," sambungnya.


(raw/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini