KPU Kelimpungan Hadapi KPPS Sampang Madura

Redaksi Redaksi
KPU Kelimpungan Hadapi KPPS Sampang Madura
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai kebingungan dengan jadwal pemungutan suara ulang (PSU) di beberapa tempat yang belum terlaksana. Padahal, batas akhir PSU harus selesai pada 23 April besok. Seperti halnya yang terjadi di Sampang, Madura, Jawa Timur. 
 
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Sampang ini menolak dilakukan PSU karena dinilai tak dihargai. Bahkan seluruh KPPS di Sampang mengancam mengundurkan diri. Parahnya lagi, hingga saat ini tak ada satu pun warga yang mendaftarkan diri untuk menggantikannya.
 
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, mengungkapkan PSU yang rencananya akan dilakukan di Sampang Madura, terkendala oleh budaya masyarakat setempat.
 
"Mereka yang KPPS semua mundur. Kultur masyarakat Sampang, kalau dilakukan PSU, mereka merasa tidak dihargai. Kenapa harus PSU di sini. Kan sudah selesai," kata Komisioner KPU, Arief Budiman, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (22/4/2014).
 
Arief juga menuturkan, tidak adanya orang yang mendaftarkan diri sebagai KPPS untuk PSU merupakan salah satu imbas budaya tersebut lantaran khawatir akan diintimidasi.
 
"Kondisi di sana memang seperti itu. Jadi ada yang merasa takut, tidak mau. Sebagian besar tidak mau," terang Arief.
 
Seperti diketahui, sebanyak lebih dari 7.000 suara dari 19 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Sampang, Madura masih belum ditentukan hak pilihnya.
 
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sigit Pamungkas, menuturkan pemungutan suara oleh KPPS yang dilakukan di wilayah ini tidak dilakukan sesuai standar.
 
"Masih ada sekitar 7.000 suara belum tahu bagaimana. Kami meminta Bawaslu menelisik siapa dalangnya. Jadi Bawaslu bergerak siapa yang mengkondisikan hal itu terjadi. KPU menyiapkan tahap pemilunya," kata Sigit.


(hol/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini