Dituding Lindungi 'Cukong Sawit', Gulat Manurung: Kami Semua Petani

Redaksi Redaksi
Dituding Lindungi 'Cukong Sawit', Gulat Manurung: Kami Semua Petani
Ketua Apkasindo, Ir Gulat ME Manurung

PEKANBARU, riaueditor.com - Sekitar 600 Ha kebun kelapa sawit yang berlokadi di desa Sekeladi, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yang diduga miliki atas nama Asiong warga dari Kota Medan sejak 11 tahun lalu, kembali menjadi sorotan. Mantan anggota DPRD Riau ini di sebut-sebut melindungi asetnya di bawah payung Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo).

Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Riau Hijau Watch (YRHW) Tri Putra Yusteng kepada awak media di Pekanbaru, Senin (14/2/2022).

Menurut Yusteng, selain Asiong masih terdapat kebun lain dalam kawasan hutan yang dikuasi para 'cukong sawit' seperti kebun Ationg, Yundra, Acin, yang diduga dilindungi Apkasindo ini.

Ketua Apkasindo Riau, Gulat SE Manurung menjawab wartawan mengaku tidak mengenal istilah 'cukong sawit' meski ada anggotanya yang berkebun dalam kawasan hutan, “Tapi kami semua adalah petani sawit," kata Gulat, Senin (14/2/22).

Namun kembali hal ini dibantah keras oleh Ketua Yayasan Riau Hijau Watch (YRHW) Tri Putra Yusteng, "Gulat melakukan kebohongan besar. Apkasindo hadir hanya untuk membeking para cukong kebun illegal yang berada dalam kawasan hutan yang mengatas namakan kelompok tani dan koperasi," tukasnya.

Lanjutnya, salah satunya Koperasi Suko Jati di Kuansing. Binaan Apkasindo salah satunya lahan 600 hektar milik Asiong, Ationg, Yundra, Acin dan lainya yang segera kami ungkap," bebernya.

Dijelaskan Yusteng modus Apkasindo dalam melindungi kebun anggotanya dengan memasang plang kelompok tani.

"Dalam kebun sawit Asiong misalnya dipasang Plang kelompok tani tertulis izin berbadan Hukum Kementerian. namun sayang pihak Desa setempat tidak mengetahui keberadaan legalitas izin kelompok tani tersebut," urainya.

Tantang Apkasindo

Selain Yusteng, banyak pihak berharap Apkasindo transparan untuk membuka data anggotanya agar bisa dicek kebenaran tudingan sejumlah pihak itu kalau nama besar Apkasindo bukanlah modus dalam melindungi cukong sebenarnya dengan mengaku-ngaku petani sawit.

"Jangan cederai profesi petani, kalau berani buka lebar-lebar biar sama-sama kita cek and ricek kebenarannya di lapangan sesuai koordinat lokasi kebun. Kalau ternyata lahan sawit anggotanya banyak berada dalam kawasan hutan, membuktikan Apkasindo didirikan sebagai wadah pelindung para cukong sawit," tandasnya.(har)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini