Selamatkan 15 KK Dari Bok Liong, Pemuda Rantau Panjang Gelar Aksi Galang Koin

Redaksi Redaksi
Selamatkan 15 KK Dari Bok Liong, Pemuda Rantau Panjang Gelar Aksi Galang Koin
der/riaueditor.com
Tampak Warga turun ke jalan meminta bantuan para simpatisan untuk masyarakat korban penggusuran dari Bok Liong si tengkulak tanah di Dusun Rantau Panjang Desa Lubuk Muda, Senin,(15/8/2016).
BENGKALIS, riaueditor.com - Masyarakat Desa Lubuk Muda Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis melakukan aksi penggalangan dana untuk korban penggusuran di dusun Rantau Panjang. Penggalangan dana dipusatkan di jalan Jenderal Sudirman di desa setempat, Senin (15/8/2016).

Penggalangan dana ini diberi nama `Koin Selamatkan Dusun Rantau Panjang Dari Tengkulak Tanah` dan dikoordinir oleh masyarakat setempat.

Efrizal selaku Kordinator Aksi Peduli Masyarakat bersama KNPI Kecamatan Siak Kecil mengatakan, penggalangan dana ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan kita terhadap nasib yang menimpa saudara kita didusun rantau panjang.

"Penggalangan dana ini sebagai bentuk solidaritas kami sebagai masyarakat Desa Lubuk Muda untuk korban penggusuran yang dilakukan oleh tengkulak tanah terhadap warga Dusun Rantau Panjang yang hingga saat ini belum mendapat keadilan dari pemerintah setempat," ujarnya.

Selain itu, aksi galang dana ini dilakukan karena hingga saat ini pemerintah setempat belum juga memperhatikan kondisi mereka. Korban penggusuran saat ini sangat membutuhkan bantuan keadilan terutama kejelasan tentang hak-hak mereka yang dirampas oleh tengkulak tanah.

"Kita juga menggelar aksi pengumpulan koin yang dimulai hari ini sampai tanggal 17 Agustus 2016, dan dengan mendatangi kantor-kantor dinas di kecamatan Siak Kecil dan persimpangan jalan," ujarnya.

Setelah dana terkumpul, nantinya akan diserahkan guna membantu meringankan beban korban penggusuran di pengungsian.

Menurut Efrizal dan juga dikenal Cik Lepai ini memaparkan, ada sekitar 15 kepala keluarga yang akan kehilangan tempat tinggal mereka.

"Dana ini akan kita sumbangkan untuk korban penggusuran dari mafia tanah, dan semoga dapat meringankan beban mereka walaupun tidak seberapa karena korban ketidak adilan ini sebanyak 15 kepala keluarga (KK), dan untuk biaya nantuan hukum (Pengacara) di dalam mencari keadilan dalam masalah ini," jelasnya.

Selain itu, masyarakat juga mengutuk tindakan yang dilakukan oleh tengkulak tanah, Bok Liong. Menurut mereka, Bok Liong merupakan tengkulak yang telah mengambil alih tanah masyarakat dengan cara meminjamkan surat tanah ke pihak kecamatan dan menggantikan dengan surat yang baru tanpa memperdulikan nasib masyarakat kecil.

"Seharusnya pemerintah daerah turun tangan untuk mencari solusi masalah ini, kita heran saja kenapa mafia tanah ini dengan mudah menyerobot tanah masyarakat," kesal Cik Lepai.

Dalam aksi penggalangan dana ini seluruh masyarakat Desa Lubuk Muda yang tergabung dalam aksi tersebut berharap Bupati Bengkalis, Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis Serta Aparat Penegak Hukum dapat mencarikan solusi dan mengusut masalah ini untuk memikirkan kondisi korban penggusuran. Mereka berharap, pemerintah dapat memberikan rasa keadilan terhadap korban tengkulak tanah ini.(der)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini