Satpol PP Inhu Melempem, Kafe dan Warung Remang-remang Didemo Kaum Ibu

Redaksi Redaksi
Satpol PP Inhu Melempem, Kafe dan Warung Remang-remang Didemo Kaum Ibu
ilustrasi
RENGAT, riaueditor.com- Jelang bulan suci Ramadhan 1435 H, kafe dan warung remang-remang masih saja terang-terangan beroperasi di Kabupaten Indragiri Hulu. Belum terlihat tindakan nyata dari Satpol PP Inhu untuk menertibkan penyakit masyarakat yang kian hari menjamur ini.

Tak puas dengan kinerja Pemkab Inhu terkait yang dinilai lamban, sekitar 100 orang warga Desa Serumpun Jaya Kecamatan Pasir Penyu, Rabu (11/6) akhirnya mengambil cara sendiri. Warga desa yang sebagian besar merupakan kaum ibu ini mendatangi salah satu kafe yang selama ini berkedok usaha rumah makan "Adek".

Rumah makan Adek ini disebut warga hanyalah sebagai kedok, rumah makan ini ternyata adalah sebuah kafe yang disinyalir kuat dijadikan tempat prostitusi.

Dalam aksinya warga menemukan beberapa orang pelayan wanita dari luar daerah yang diduga PSK. Di tempat itu pun tidak tersedia fasilitas sebagaimana layaknya sebuah rumah makan.

"Warga Desa Serumpun Jaya menuntut kafe atau Rumah Makan Adek tersebut segera ditutup untuk selamanya, bila tidak warga akan membakar rumah makan tersebut karena meresahkan warga Desa Serumpun Jaya," ujar Leman, salah seorang warga desa
Serumpun Jaya yang ikut dalam aksi tersebut.

Menurutnya, maraknya tempat prostitusi belakangan ini akibat melempemnya penegak hukum melakukan penertiban. Seolah ada pembiaran dari penegak hukum membuat penyakit masyarakat berkedok warung nasi atau rumah makan berkembang pesat.

Kades Serumpun Jaya Nasib, S.Pd, membenarkan aksi yang dilakukan warganya. "Benar, warga beramai-ramai mendatangi kafe yang berlokasi di Jalan Lintas arah Taluk
Kuantan itu," kata Kades.

Dijelaskan Kades, keberadaan rumah makan Adek ini sudah meresahkan warganya, khususnya bagi kaum ibu, terlebih mengingat akan masuknya bulan suci Ramadhan kurang dari dua minggu lagi.

"Yang jelas warga tidak mau lagi melihat tempat tersebut beroperasi, baik sebagai rumah makan atau pun kafe," ungkap Kades.

Terkait hal ini, Camat Pasir Penyu Drs M Solkan M.Si melalui selulernya juga membenarkan hal tersebut. "Kita tidak bisa bilang apa-apa bila memang benar cafe bertopeng rumah makan itu didemo warga," kata Camat.(ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini