Para Ibu Hebat di Bengkalis Terima Penghargaan dari Pemkab, Bupati Serukan Penguatan Peran Ibu sebagai Penjaga Masa Depan Bangsa

Redaksi Redaksi
Para Ibu Hebat di Bengkalis Terima Penghargaan dari Pemkab, Bupati Serukan Penguatan Peran Ibu sebagai Penjaga Masa Depan Bangsa
Kepala DPPPA Emilda Susanti menyerahkan penghargaan kepada salah satu ibu penerima di Bengkalis.(Foto: Diskominfotik)

BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) memberikan penghargaan kepada enam ibu hebat yang dinilai memiliki dedikasi, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah di Negeri Junjungan.

Penghargaan diserahkan langsung Kepala Dinas DPPPA Kabupaten Bengkalis pada rangkaian Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Ahad (28/12/2025) di gedung GOW Bengkalis. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas peran strategis perempuan dalam menjaga nilai sosial, pendidikan, kesehatan serta penguatan ketahanan keluarga dan ekonomi masyarakat di Negeri Junjungan.

Penerima penghargaan pertama yakni Rosmili, warga Jalan Pramuka, Air Putih, Bengkalis. Rosmili merupakan pensiunan PNS guru yang sejak tahun 1992 secara konsisten mengabdikan diri sebagai petugas yang memandikan jenazah.

Pengabdian kemanusiaan yang dilakukannya dengan penuh keikhlasan tersebut menjadi teladan kepedulian sosial yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Penghargaan selanjutnya diberikan kepada Rukihati, warga Desa Senggoro. Tukiharti adalah pensiunan PNS bidan yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bengkalis. Selain kiprahnya di bidang kesehatan dan legislatif, Rukihati dikenal aktif dalam kepemimpinan organisasi perempuan, antara lain sebagai Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), serta pengurus berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.

Penghargaan juga diberikan kepada Rosmiwati, warga Jalan Hangtuah, Bengkalis. Ibu ini adalah pensiunan PNS guru yang hingga kini tetap mengabdikan diri dalam pendidikan keagamaan. Sejak masa muda hingga saat ini, Rosmiwati secara konsisten mengajar mengaji bagi anak-anak dan remaja, memberikan kontribusi penting dalam pembinaan moral dan spiritual generasi muda.

Penghargaan keempat diterima oleh Muldiah, warga Wonosari Timur. Dia adalah pensiunan PNS yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak tahun 1968. Meski telah memasuki masa purna tugas, Muldiah hingga kini tetap berperan sebagai wali kelas di SD Negeri 08 Bengkalis. Ini mencerminkan komitmen dan kecintaannya terhadap dunia pendidikan dasar.

Penghargaan berikutnya diterima oleh Sani, ibu rumah tangga yang tercatat sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Kepala Desa di Kabupaten Bengkalis.

Sejak tahun 2002, Sani aktif mengembangkan usaha ekonomi produktif di bidang perkebunan kelapa, pengolahan kopra, arang tempurung, serta kegiatan ekonomi berbasis ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.

Terakhir, penghargaan diberikan kepada Nurhayati Razak, warga Jalan Pembangunan II, Bengkalis. Sebagai ibu rumah tangga, Nurhayati dikenal aktif dan konsisten terlibat dalam berbagai organisasi perempuan, antara lain Pertiwi, PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Himpunan Wanita Karya (HWK), serta Puan LAMR Kabupaten Bengkalis dengan kontribusi berkelanjutan dalam penguatan peran perempuan dan pelestarian nilai budaya.

Penghargaan kepada enam yang diterima oleh perwakilan ibu hebat tersebut menjadi wujud nyata apresiasi Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap peran perempuan sebagai penjaga nilai kemanusiaan, pendidik generasi, penggerak sosial, serta penguat ketahanan keluarga dan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Bengkalis Kasmarni melalui sambutan yang dibacakan Kepala DPPPA Kabupaten Bengkalis, Emilda Susanti, menyerukan pentingnya penguatan peran ibu sebagai penjaga masa depan bangsa.

Bupati menegaskan bahwa ibu memiliki posisi strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak dini, baik melalui pendidikan keluarga, penanaman nilai moral, maupun upaya menjaga kesehatan generasi penerus. Sehingga peran ibu menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kasmarni menekankan, peringatan Hari Ibu di Indonesia memiliki makna historis dan ideologis yang mendalam, tidak sekadar perayaan seremonial sebagaimana mother’s day di negara lain.

“Hari Ibu di Indonesia adalah momentum untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut kemerdekaan serta upaya meningkatkan kualitas hidup bangsa,” ujar Emilda.

Emilda memaparkan, perempuan merupakan pilar utama dalam membangun fondasi generasi masa depan yang unggul, cerdas, dan berkarakter. Di Bengkalis, kontribusi perempuan terlihat nyata dalam berbagai sektor, mulai dari penggerak utama UMKM, peran sentral ibu dalam pendidikan dan kesehatan keluarga termasuk pencegahan stunting, hingga keterlibatan aktif perempuan dalam birokrasi, politik, dan sektor swasta.

"Pemerintah Kabupaten Bengkalis, berkomitmen untuk terus membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan agar dapat berkarya dan berkontribusi secara optimal," ujarnya.

Rangkaian kegiatan puncak peringatan Hari Ibu ke-97 2025 di Bengkalis ljuga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Usai penyerahan penghargaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar bertajuk "Peran Ibu dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045".(Diskominfotik)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini