RAPP Pembual Janjikan Desa Sering Sebagai Desa Binaan

Redaksi Redaksi
RAPP Pembual Janjikan Desa Sering Sebagai Desa Binaan
zul/riaueditor.com
RAPP Pembual Janjikan Desa Sering Sebagai Desa Binaan.
PELALAWAN, riaueditor.com - Salah satu tuntutan Aliansi Pemuda Perairan Sungai Kampar (APPSK) adalah menuntut perbaikan jalan di desa Sering sebagai desa binaan PT RAPP. Selain jalan, pembangunan desa, air bersih, jembatan merupakan sederetan permasalahan yang dihadapi masyarakat desa Sering.

Demikian Dikatakan perwakilan pemuda dari Desa Sering dalam mediasi antara APPSK dengan pihak manajemen PT RAPP yang berlangsung di Rukan Akasia Pos 2, Selasa (5/5) kemaren.

"Ya benar, ada empat item tuntutan Pemuda terhadap PT RAPP salah satunya soal jalan yang seperti kubangan kondisinya saat ini. Padahal dalam kurun waktu 5 tahun belakangan sudah menjadi desa binaan Perusahaan bubuk kertas terbesar di Asia Tenggara itu. Ironis sekali pembangunan di desa Sering jauh dari harapan sebagai desa binaan oleh Perusahaan besar seperti RAPP," ujarnya.

Ditambahkan Dedi, meskipun tuntutan pemuda hanya jalan, namun dari sektor lain yang menjadi kebutuhan masyarakat hingga kini belum terpenuhi.

"Sejak perusahaan berdiri, air sungai tak bisa lagi dikonsumsi warga. Warga sangat butuh air bersih. Begitu juga dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini masyarakat diserang penyakit kulit yang diduga akibat zat kimia berbahaya yang bersumber dari limbah perusahaan. Pembangunan jembatan dan lain sebagainya diabaikan. Desa Sering cocoknya bukan disebut Desa Binaan melainkan Desa Kesengsaraan walau letaknya berdekatan dengan Perusahaan besar. Ini dikarenakan PT RAPP pembual menjanjikan desa Sering sebagai desa Binaan yang maju," ujarnya.

Saat hal ini ditanyakan oleh Camat Pelalawan Joko Purnomo, dijelaskannya bahwa selama ini Kecamatan Pelalawan senantiasa menjalin kemitraan dengan PT. RAPP. "Memang kebutuhan masyarakat itu banyak, namun tidak bisa semuanya direalisasikan oleh perusahaan," ungkapnya.

Disinggung soal kepedulian Perusahaan, Joko menanggapinya dengan sedikit tertawa. "Saya inikan berada ditengah-tengah jadi susah juga ngomongnya. Ada juga bantuan-bantuan yang diberikan Perusahaan seperti membina perekonomian masyarakat, ternak dan lain sebagainya. Kalau seperti pembangunan jembatan proposalnya sudah masuk namun belum ada jawaban. Intinya tidak semua kebutuhan tentunya bisa diakomodir, mungkin itu saja komentar Saya," tutupnya mengakhiri. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini