Pungli Berkedok Halal Bihalal Bebani Para Guru

Redaksi Redaksi
Pungli Berkedok Halal Bihalal Bebani Para Guru
ilustrasi
Pungli Berkedok Halal Bihalal Bebani Para Guru.
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Sejumlah guru komplain, berdalih untuk biaya pelaksanaan Halal Bihalal bersama Bupati Pelalawan HM Harris pada Kamis (6/8) mendatang, mereka dibebankan pungutan Rp 31 ribu.

"Kami guru SD, SMP dan SMA, keberatan pungutan yang diminta Dinas Pendidikan melalui UPTD semula Rp 27 ribu kemudian menjadi Rp 32 ribu untuk acara halal bi halal yang tujuannya menghadirkan Pak Bupati. Apalagi kebanyakan masih status honor," begitu bunyi pesan singkat yang diterima riaueditor.com melalui salah seorang guru yang menolak identitasnya dipublikasikan, Selasa (4/8) kemarin.

Menurut guru tersebut, pada Kamis (6/8) besok di Gedung Daerah Datuk Laksemanadiraja Pangkalan Kerinci. "Kami mengeluh, tapi tak  sanggup ngomong langsung ke Kadis dan anggota dewan, meski dirasakan membebankan," bebernya.

Tak puas, riaueditor berusaha menemui salah seorang guru di salah satu SDN di Pangkalan Kerinci. "Bukan Pangkalan Kerinci saja pak, informasi dari kawan-kawan guru se Kabupaten Pelalawan," ungkapnya sambil mengatakan pungutan wajib itu terasa memberatkan apalagi masih berstatus guru honor.
    
"Sedangkan kawan-kawan PNS keberatan, apalagi kami yang honor. Mestinya, kalau mau halal bihalal sama guru, PGRI saja yang adakan. Kan, tiap bulan ada dana dipotong untuk PGRI. Apalagi sampai sekarang dana ke PGRI juga ijal (tidak jelas,red)," ungkapnya.

Guru ini bernyanyi, tiap bulannya gaji guru dipotong Rp 10 ribu. Dimana uang tersebut rinciannya Rp 5 ribu untuk dinas dan Rp 5 ribu lagi untuk PGRI.

"Kalau sekarang lewat rekening, maka melalui uang kesra yang dipotong," ujarnya geram. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini