Pukat Harimau Meraja Lela, Nelayan Rohil Merugi

Redaksi Redaksi
Pukat Harimau Meraja Lela, Nelayan Rohil Merugi
hen/riaueditor.com

BAGANSIAPIAPI, riaueditor.com - Maraknya puluhan unit aktivitas pukat harimau yang beroperasi di perairan Kabupaten Rokan Hilir membuat hasil tangkapan para Nelayan tradisional menurun hingga mengalami kerugian.

Kuat dugaan penyebab meruginya nelayan tradisional disebabkan oleh gerombolan penangkap ikan Ilegal (pukat harimau-red ) yang datang dari Tanjung Balai Asahan lengkap dengan alat tangkap yang canggih sehingga meluluh lantakan semua habitat laut terutama bibit bibit kerang dan ikan.

"Pukat harimau meraja lela lagi,hasil laut sebulan ini kosong,kami para nelayan rugi terus belakangan ini," keluh salah seorang Nelayan yang hasil tangkapnya menurun tajam sebulan terakhir dan semakin memprihatinkan.

Para Nelayan yang menggantungkan hidup dari menjaring Ikan, Apung, rawe senggol dan rawe umpan juga merasa heran karena pukat harimau yang sebelumnya sudah beberapa kali ditangkap Polairut bahkan dibakar massa masih nekat beroperasi di perairan Rohil tanpa ada rasa bersalah dan rasa jera.

"Jangan biarkan beroperasi, nanti musnah dan  habis semua habitat laut, ke depan anak cucu tak dapat lagi makan Ikan, sementara perkembang biakan ikan kan butuh proses berbulan bulan baru besar," ujarnya.

Menurut pengalaman Nelayan, selain memusnahkan seluruh habitat laut tak jarang peralatan penangkapan ikan (Jaring) milik Nelayan pun dilanggar oleh pukat harimau tanpa diganti rugi oleh yang bersangkutan.

Untuk itu Nelayan tradisional yang merasa periuk nasinya terancam meminta aparat hukum dan pihak terkait seperti Angkatan Laut (AL), Polisi Air dan Laut (Polairut) dan Perikanan mengambil tindakan tegas dengan menertibkan para penjarah Ikan dari Tanjung Balai Asahan tersebut.

"Kita jumpa di laut dengan Pukat itu, dia berani bilang ke kita kalau gerombolan mereka sudah setor uang ke oknum oknum aparat yang mau disuap," tandasnya.(hen)

Ketgam. puluhan kapal pukat harimau terang terangan beroperasi di siang hari di perairan Rokanhilir akibatnya habitat laut rusak bahkan musnah. (hen)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini