Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi Resmi Diluncurkan

Redaksi Redaksi
Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi Resmi Diluncurkan
Peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi untuk seluruh jenjang pendidikan.(Foto: Ist)

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pemerintah daerah (Pemda), serta seluruh kementerian/lembaga terkait, meluncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) untuk seluruh jenjang pendidikan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya membentuk karakter jujur, berintegritas, dan budaya antikorupsi sejak usia dini.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus dalam acara peluncuran buku panduan PAK yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri Senin (11/5/25), menyampaikan tujuan pendidikan anti korupsi itu banyak sekali, diantaranya menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab dan integritas, membentuk karakter yang anti korupsi, membentuk budaya anti korupsi.

Selanjutnya, memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang korupsi, membentuk keterampilan dan keahlian untuk melawan korupsi, serta menghapuskan budaya perilaku korupsi yang dianggap wajar.

"Selain itu manfaat lain pendidikan antikorupsi juga membentuk penciptaan generasi yang lebih sadar akan dampak negatif korupsi, menguatkan budaya anti korupsi di masyarakat dan membantu membentuk generasi penerus bangsa yang tidak terjerumus dalam korupsi," katanya.

Akhmad Wiyagus mengungkapkan, pada masa PAUD dan SD pembentukan karakter lebih besar prosinya dan mudah diterima, sementara ilmu pengetahuan yang diterima pada masa PAUD dan SD lebih sedikit prosinya. Maka semakin bertambah usia, proksi ilmu pengetahuan akan semakin banyak.

Dia melanjutkan, usia PAUD dan SD merupakan usia karakter anak terbentuk dan dibentuk, sehingga melalui pendidikan antikorupsi diharapkan akan terbentuknya karakter anak yang antikorupsi untuk bangsa Indonesia yang lebih maju kedepannya.

"Karakter yang tertanam sejak usia dini akan melekat kuat dalam batin dan pikiran bahkan bisa jadi menjadi prinsip dalam menjalani kehidupan," ucapnya.

Sementara itu Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan langkah peluncuran panduan dan bahan ajar pendidikan antikorupsi harus menjadi ruang paling strategis dalam membentuk karakter bangsa dan membangun budaya antikorupsi sejak dini.

Lanjut dia, pendidikan harus menjadi fondasi membangun generasi berintegritas. Karena itu, penguatan integritas pendidikan dari pusat hingga daerah harus memiliki arah dan semangat yang sama.

"Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi akan disertai lima buku Bahan Ajar untuk guru-guru di seluruh jenjang, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK. Dalam panduan ini, terdapat lima kompetensi kunci yang menjadi fondasi Pendidikan Antikorupsi, yaitu terkait ajaran menaati aturan, memahami konsep kepemilikan, menjaga amanah; mengelola dilema etis, dan membangun budaya antikorupsi," tutupnya.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini