Pasien Operasi Katarak Gratis Meninggal Dunia Dalam Kondisi Mengenaskan

Redaksi Redaksi
Pasien Operasi Katarak Gratis Meninggal Dunia Dalam Kondisi Mengenaskan
hen/riaueditor.com
Korban operasi katarak Gratis meninggal dunia mengenaskan.
BAGANSIAPIAPI, riaueditor.com - Ramli, pasien Operasi Katarak Gratis di RSUD dr Protomo Bagan Siapiapi, warga Baganhulu kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau tewas mengenaskan usai meminum obat pemberian dokter penyelenggara operasi katarak gratis yang dilaksanakan atas kerjasama Lion Club dengan TP-PKK dan Pemkab Rohil. Korban sempat dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad sebelum akhirnya meninggal dunia, Minggu pagi (25/9).

Diungkapkan Menantu korban Kido (58), sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pasca operasi Ramli mengalami kejang-kejang usai memakan obat pemberian dokter dari pihak penyelenggara Operasi Katarak, Lion Club.

Kemudian usai kejang kejang, pihak keluarga melihat di seluruh badan Ramli mulai dari tangan, hingga kaki terdapat benjolan-benjolan sebesar telur ayam yang membuat korban kepanasan sehingga kulit di badan korban  mengelupas dan terlihat mengerikan.

"Keesokan harinya kita langsung membawa korban kembali ke RSUD dr Pratomo, namun setiap dokter yang ditemui tidak berani berkomentar hingga terkesan lempar bola dari dokter spesialis mata merujuk ke ahli bedah, akhirnya korban kami larikan ke RSUD Arifin Ahmad di Pekanbaru," paparnya kepada riaueditor.com.

Sambung Kido, pihak keluarga sangat kebingungan, sedangkan pihak medis terutama dokter spesialis mata usai memeriksa terkesan diam dan merujuk korban ke dokter bedah di rumah sakit dr Protomo Bagansiapiapi.

"Dugaan kami, pihak dokter tau, apa penyebab nya, tetapi mereka diam dan merujuk pasien ke luar daerah, terakhir kondisi mertua saya dalam keadaan koma sebelum menghembuskan nafas terakhirnya," ujarnya berlinangan air mata.

Kepada wartawan Kido menjelaskan, kuat dugaan mertuanya meninggal bagian dari Mal Praktek atau salah obat, seharusnya kata Kido, sebelum dioperasi hendaknya setiap pasien haruslah di cek-up terlebih dahulu kesehatan fisiknya apakah ada gejala alergi atau tidak.

"Semua dokter katarak itukan dari Medan, kita kan ga tau, apakah dokter asli atau dokter uji coba, masa pasien sebanyak 250 orang siap ditangani dalam waktu 2 hari, kami pihak keluarga meminta pertanggung jawaban dari pihak penyelenggara, (Lion Club.red)," tandasnya.

Saat ini pihak keluarga di kediaman Kido jalan Masjid menantikan kedatangan jenazah Ramli yang dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Bagansiapiapi.

Hingga berita ini dibuat belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara kegiatan sosial tersebut. (hen)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini