Terungkap Sebab Kematian 5 Calon Manajer Kopdes Usai Jalani Latihan

Redaksi Redaksi
Terungkap Sebab Kematian 5 Calon Manajer Kopdes Usai Jalani Latihan
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berlatih Peraturan Baris Berbaris (PBB). (

JAKARTA - Di depan wakil rakyat, pemerintah telah mengungkap sebab lima calon manajer koperasi desa meninggal dunia usai mengikuti pelatihan dasar militer.

Wakil Menteri Pertahanan, Marsekal TNI Donny Ermawan Taufanto, telah menghadiri rapat Komisi I DPR untuk memberi penjelasan mengenai meninggalnya lima peserta latihan dasar militer (latsarmil) tersebut.

Lima peserta latsarmil Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia itu adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.

1. Lelah dengan perubahan hidup sipil menjadi hidup militer

Donny menyebut, salah satu penyebab meninggalnya lima orang itu adalah karena perubahan pola hidup, di mana mereka yang terbiasa dalam kehidupan sipil, tiba-tiba masuk ke barak yang memiliki level disiplin tinggi.

"Memang penyebabnya berbeda-beda. Tapi kalau bisa kita tarik kesimpulan, pertama adalah karena kelelahan. Kemudian juga perubahan pola hidup, yang tadinya mungkin kehidupan sipil, masuk kehidupan ya di barak dan sebagainya yang mana semuanya harus disiplin nah itu mungkin juga mengagetkan juga,” ujar Donny di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

2. Sebab penyakit bawaan

Penyakit bawaan calon manajer Kopdes juga menjadi penyebab kematian.

"Nah ini yang menyebabkan beberapa dari mereka tidak semuanya, sebetulnya banyak juga yang kondisi kesehatannya tidak baik-baik semuanya, tapi hanya beberapa ini saja," jelasnya.

Dalam proses seleksi, kata Donny, penyakit bawaan calon manajer Kopdes memang terdeteksi, tapi masih dalam batas aman.

Dengan demikian, Donny mengakui, tidak semua orang menjalani pendidikan calon manajer Kopdes dalam kondisi sehat.

"Termasuk juga yang kejadian di Halim terkait dengan paru-paru, ini juga karena ada penularan di sana, ini juga kami lakukan tindakan pencegahan bersama dengan Kementerian Kesehatan," sambung Donny.

Donny menyampaikan, tiga dari calon manajer Kopdes meninggal karena penyakit jantung, sedangkan dua lainnya karena paru-paru.

"Yang paru-paru semuanya ada di Jakarta, di Satdik di Halim, tapi yang lainnya yang di Baturaja, yang di Balikpapan dan yang di Singkawang itu terkait dengan penyakit jantung. Itu penyebab itu yang kami sampaikan kepada anggota Komisi I DPR," imbuhnya.

3. Faktor cuaca

Selain itu, ada faktor cuaca dalam pelaksanaan latihan militer yang turut menjadi sebabnya.

"Karena mungkin ada kasus-kasus tertentu ya kejadian yang tadi itu mungkin cuaca dan sebagainya sehingga menyebabkan dari kondisi yang sudah terbatas tersebut, akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia," sambung Donny.

Pemerintah bentuk tim investigasi

Kemhan RI dan Kementerian Kesehatan membentuk tim investigasi kematian lima orang tersebut.

"Terkait dengan meninggalnya lima ini kami juga sudah melaksanakan atau kami sudah membentuk tim investigasi. Ini adalah gabungan antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan," ujar Donny.

Donny menjelaskan, pihaknya akan mencari data tambahan mengenai kenapa bisa lima calon manajer Kopdes itu meninggal.

Latihan militer bersalin rupa jadi bela negara

Setelah lima orang calon manajer Kopdes meninggal saat menjalani latihan militer, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menghapus latihan militer.(SUMBER)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini