Disinyalir Pengalihan TBS PTP V Sei Rokan Ke PKS Sei Tapung Diselewengkan

Redaksi Redaksi
Disinyalir Pengalihan TBS PTP V Sei Rokan Ke PKS Sei Tapung Diselewengkan
foto: Ist
UJUNGBATU, riaueditor.com- Karena over kapasitas, sejak dua bulan terakhir Tandan Buah Segar (TBS) milik PTPN V Sei Rokan dialihkan dari empat afdeling ke PKS Sungai Tapung melalui jasa angkutan CV Risky Arenza. Namun di tengah perjalanan disinyalir terjadi penyelewengan dari salah satu dari afdeling sehingga angkutan TBS tidak sampai ke tujuan.

Pengirim TBS menggunakan PB 25 perusahaan tidak luput dari pengawasan papam, dimaksudkan agar angkutan TBS tidak terjadi penyimpangan, maka tidak ada alasan kalau buah tidak sampai ke PKS Sungai Tapung.

Asisten afdeling V kebun Sei-Rokan, Suriadi ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pengalihan produksi TBS dari avdeling 1, 2, 3 dan 5 ke PKS Sungai Tapung atas kebijakan manejemen, "Tidak lagi ke PKS Sei-Rokan akibat over kapasitas," katanya.

Namun Suriadi mengaku tidak tahu jika ada angkutan yang tidak sampai tujuan.
"Saya tidak tau kalau ada angkutan TBS yang tidak sampai ke PKS Sungai Tapung, dan kalaupun hilang di tengah perjalanan itu adalah tanggung jawab dari jasa angkutan, dalam hal ini CV Risky Arenza selaku pemborong," terang Suriadi kepada riaueditor di ruang kerjanya, Kamis (1/10) kemarin.

Dari pantauan riaueditor di lapangan, Jumat (2/15) Produksi TBS milik perusahaan BUMN itu berjumlah 569 tandan ternyata tidak benar hilang, terbukti pada hari kejadian Daulay "pembawa" buah produksi Tandan Buah Segar (TBS) tiba di Sungai Tapung tapi PB 25 justru diganti dengan PB pihak ketiga yakni PB Kartika Arianti.

Dilain tempat, Ketua FKI-1 M Tobing yang juga mengetahui kasus kehilangan tersebut menduga, dengan temuan ini adalah bukti permulaan adanya permainan transaksi TBS di BUMN PTPN V Sei Rokan, justru dilakukan oleh manejemen perusahaan sendiri, dengan demikian aparat penegak hukum terutama penyidik Polres Rohul harus memeriksa PTPN V Sei Rokan tentang adanya indikasi tindak pidana korupsi.

"Kita menduga ada oknum perusahaan yang bersekongkol untuk memperkaya diri di perusahaan milik negara itu, buktinya keberadaan PB atas nama Kartika Arianti mengelola buah produksi TBS perusahaan yang dikelola langsung manejer plasma, Jabir (JB)," kata M Tobing di ruang kerjanya. (yahya)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini