Wajah Dunia Pendidikan di Inhu yang Semakin Carut Marut

Redaksi Redaksi
Wajah Dunia Pendidikan di Inhu yang Semakin Carut Marut
ali/riaueditor.com
Murid Kelas IV SDN 028 Pematang Reba, Inhu terpaksa belajar di lantai.
RENGAT, riaueditor.com - Kondisi sarana prasarana pendidikan di kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ternyata bukanlah seperti yang digaung-gaungkan selama ini, setelah salah satu Sekolah Dasar (SD) di kecamatan Siberida kabupaten melakukan proses belajar mengajar yang bukan pada tempatnya, hal yang sama juga dilakukan SDN 028 Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat dimana murid-muridnya terpaksa belajar di lantai.

Sebanyak 90 orang siswa kelas IV harus mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk di lantai, hal ini terjadi akibat tiga ruang kelas di sekolah yang berlokasi hanya satu kilo dari pusat pemerintahan kabupaten Inhu ini tidak memiliki meja dan kursi sebagai sarana pendidikan.‎

Kondisi ini sudah berlangsung lama, kata Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 028 Pematang Reba Rahmaniar, usai memimpin rapat dengan para wali murid Sabtu (23/7/16).‎

"Inilah kondisinya pak, sebanyak 90 orang siswa kelas IV di tiga kelas yang ada ini terpaksa belajar di lantai, karena sejak digunakanya ruang kelas ini pada sekitar setahun lalu tidak ada meja dan kursinya," ujarnya.

Kondisi ini sudah kerap diberitahukan kepada para pemangku kepentingan di Kabupaten Inhu, seperti dinas pendidikan (Disdik) Inhu UPTD serta DPRD Inhu, namun kondisi memprihatinkan ini masih terus berlangsung hingga saat ini.

"Kita berharap agar kondisi siswa yang belajar dilantai ini dapat cepat diatasi, karena sesuai kebutuhan, sarana belajar mengajar berupa meja dan kursi mutlak dibutuhkan siswa, agar konsentrasi siswa dalam menerima pelajaran tidak terganggu akibat harus membungkuk dan telungkup ‎saat menulis maupun membaca", harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) sarana dan Prasarana (Sapras) Disdik Inhu, Ardi Chan ST saat dikonfirmasi wartawan melalui selulernya mengatakan, bahwa pengadaan meubeler untuk sekolah pada tahun ini sangat sulit dilakukan, karena anggaran pengadaan maupun fisik di Disdik Inhu sebagian besar terimbas rasionalisasi.

"Kalau untuk APBD 2016 ini, pengadaan meubeler bagi sekolah sangat sulit diwujudkan, karena anggaran pengadaan maupun fisik yang dianggarkan Disdik dalam APBD 2016 sebagian besar terkena rasionalisasi", terangnya. ‎

Kami ikut prihatin melihat kondisi SDN 028 ini, mudah-mudahan pada APBD 2017 situasi sudah membaik dan tidak ada lagi rasionalisasi, agar pengadaan meubeler bagi sekolah dapat dilaksanakan, pungkasnya. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini