Dewan Warning Disdik Soal Potongan Gaji Guru Honor

Redaksi Redaksi
Dewan Warning Disdik Soal Potongan Gaji Guru Honor
Nazzarudin Arnazh, Anggota Komisi A DPRD kabupaten Pelalawan
PELALAWAN, riaueditor.com - Terkait informasi pemotongan gaji guru honor di Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan yang diangkat dari guru Komite Sekolah serta indikasi permainan soal pengangkatan guru honor Dinas, Komisi A DPRD Kabupaten Pelalawan menggelar hearing dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan.

Hearing yang digelar pada Jumat (3/1) lalu di ruang rapat komisi A DPRD Pelalawan, hadir Ketua komisi A Nasarudin, anggota Nazzarudin Arnazh, Abdul Muzakkir, Sozifao Hia dan Eliman Manurung. Sementara Wakil Ketua Komisi A Markarius Anwar dan Sekretaris H.Husni Tamrin yang berhalangan hadir.

Dari pihak Disdik hadir Kadisdik MD Rizal, SPd.M.Pd, Sekretaris M.Jalal, 10 UPTD kecuali UPTD Kuala Kampar dan Teluk Meranti dan seluruh Kabid.

Anggota Komisi A Nazzarudin Arnazh yang juga Ketua Fraksi PAN Pelalawan ini kepada wartawan Ahad (5/1) membenarkan hearing tersebut. Menurut Nazzarudin, Komisi A ingin langsung mendengar dari pihak Disdik soal informasi adanya pemotongan gaji guru honor komite yang baru diangkat menjadi guru honor Dinas Pendidikan.

"Memang Kita mendengar langsung bahwa ada pemotongan sampai Rp.5,5 juta bagi yang 6 bulan gaji yang perbulannya Rp.1,5 juta." Terangnya.

Ditambahkan Nazzar, menurut pihak Disdik ada kesalahan persepsi terhadap isu yang sedang berkembang dalam pembayaran. Dimana hitungannya bervariasi ada yang 6 bulan 4 bulan dan 2 bulan pembayaran. Namun pihak Disdik mengaku telah membayar sisa pembayaran.

"Soal sisa gaji ini sudah dibayarkan oleh Disdik. Kita sudah peringatkan pihak Disdik agar tidak ada lagi informasi soal pemotongan gaji guru. Meskipun tidak bisa ditampik ada uang yang diberikan sebagai tanda terima kasih." Paparnya.

Selanjutnya,soal isu bahwa akan ada pemotongan di belakang hari bagi gaji yang telah dibayar melalui UPTD dan Kepala Sekolah. Nazzarudin mengungkapkan,agar guru tidak takut dan tidak segan untuk segera melaporkannya ke Dewan terutama Komisi A.

"Informasinya bagi yang tidak mau dipotong tidak akan dimasukkan namanya dalam pengusulan berikutnya.Jangan takut akan Kita lindungi dari oknum yang bermain," tutupnya.(Jul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini