Foto: CNN Indonesia/Timothy LoenPara peserta belajar mengajar ini juga disarankan melakukan tes PCR sebelum pembukaan sekolah. Pola duduk juga harus diatur. Begitu pula disinfektan dan hand sanitizer di setiap sekolah wajib tersedia.
"Kami meminta wacana pembukaan sekolah perlu pertimbangan matang. Mulai dari posisi sekolah di zona covid. Protokol kesehatannya bagaimana? Hingga sosialisasi dan evaluasi pelaksanaannya di lapangan harus jelas," ujar Huda.
Selain itu, Huda menyatakan pembukaan sekolah di masa pandemi corona merupakan sebuah pertaruhan besar. Terlebih lagi, laju penularan Covid-19 di tanah air kian meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan sampai saat ini.
"Jika dipaksakan membuka sekolah di wilayah-wilayah tersebut maka potensi penularannya di kalangan peserta kegiatan belajar-mengajar akan sangat besar," ujarnya.
Huda juga menilai anak-anak usia sekolah sangat rentan tertular corona. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Jumat (22/5) lalu, jumlah anak yang positif Covid-19 mencapai 831 anak atau 4 persen dari jumlah keseluruhan pasien positif.
Sementara jumlah PDP anak di Indonesia dengan berbagai penyakit sebanyak 3.400 kasus.
"Fakta ini menunjukkan jika anak-anak usia sekolah juga rentan tertular sehingga jika sekolah kembali dibuka harus dipersiapkan secara matang," kata dia.
Hingga kini, sekolah di sebagian besar daerah di Indonesia masih melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena dampak dari pandemi Corona.
(CNNIndonesia.com)