Tim Tiger PUPR Pelalawan Jangan Jadi `Harimau Ompong`

Redaksi Redaksi
Tim Tiger PUPR Pelalawan Jangan Jadi `Harimau Ompong`
istimewa
Andre Fransiscus Pane, Anggota komisi III DPRD Pelalawan

PELALAWAN, riaueditorcom - Sejak di launching pada 28 Oktober 2019 lalu, Tim Tiger di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pelalawan digadang-gadang sebagai inovasi guna merespon keluhan masyarakat khusus di tiga sub kerja yakni infrastruktur, jalan dan air bersih. 

Banyak harapan masyarakat terhadap tim tiger dapat diandalkan sebagai solusi mengatasi permasalahan dengan cepat dan tanggap. 

Hanya saja, amat disayangkan, tim tiger PUPR disebut-sebut hanya panas di awal dan melempem beberapa bulan belakangan ini. 

Warga mengeluhkan tak adanya aksi tanggap dan cepat terhadap permasalahan di masyarakat. Sampai-sampai, orang nomor 1 di Pelalawan Bupati HM Harris tak segan-segan menyebut Tim Tiger PUPR hanya panas pada awal dibentuk saja, tapi setelah berjalan banyak juga jalan yang rusak ditemukan.

"Tim Gerak cepat PU dibentuk, jalan rusak banyak juga. Saya yang dikejar orang jadinya. Jadi harus bekerja maksimal," singgung Bupati saat coffe morning bersama OPD pada, Senin (9/3/2020) lalu di auditorium lantai 3 Kantor Bupati Pelalawan. 

Andre Fransiscus Pane, politisi Gerindra yang merupakan salah satu anggota komisi III DPRD Pelalawan angkat bicara. Menurutnya, hal yang wajar jika pimpinan hingga masyarakat Ibukota Pangkalan Kerinci mengeluhkan tidak tanggap dan cepatnya respon Tim Tiger PUPR Pelalawan. 

"Kalau perlu dibuat call center sehingga masyarakat bisa langsung menghubungi Tim Tiger Pelalawan seperti keluhan jalan yang rusak, air bersih, pembersihan drainase dan sebagainya. Namanya juga Tim Reaksi Cepat ya harus tanggap. Saat dilaunching besar harapan masyarakat agar Tim ini menjadi solusi di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Ini malah terkesan tidak ada kabar dan dan kejelasan keberadaannya. Ini pekerjaan rumah buat plt. Kadis PUPR," ucapnya.  

Ditambahkannya, Tim tiger yang dibekali alat berat dan sejumlah peralatan dan kelengkapan di lapangan harus peka terhadap laporan masyarakat dan jika perlu jemput bola dan tidak hanya menunggu laporan. 

"Bagaimana tim tiger yang ada di Pangkalan Kerinci ini mau jadi contoh untuk dibentuk di 11 kecamatan lainnya sedangkan di Ibukota saja keberadaannya antara ada dan tiada, ini sungguh ironis. Apalagi Saya dengar ada wacana untuk Perda tim tiger ini tentu harus terlebih dahulu menunjukkan eksistensi dan pengabdian maksimalnya terhadap masyarakat. Jangan sampai Tim Tiger PUPR Pelalawan ini malah jadi harimau ompong yang terkesan diam ditempat dan tak tanggap dan cepat merespon keluhan masyarakat," tukasnya. (ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini