Narkoba, Ngelem dan Pekat Kian Meresahkan, Pemkab Pelalawan Diminta Bertindak Cepat

Redaksi Redaksi
Narkoba, Ngelem dan Pekat Kian Meresahkan, Pemkab Pelalawan Diminta Bertindak Cepat
DPW FPI Pelalawan saat membahas Pekat bersama bupati Pelalawan HM Harris.
PELALAWAN, riaueditor.com - Pemkab Pelalawan beserta aparat penegak hukum diminta bertindak cepat terhadap penyalahgunaan narkoba, prilaku menyimpang, seperti Ngelem dan maraknya prostitusi terbuka maupun terselubung yang semakin hari kian meresahkan masyarakat.
    
"Banyak kepala sekolah dan masyarakat mengeluhkan keterlibatan pelajar yang terlibat Ngelem, karena murah dan mudah mendapatkan produk lem tersebut," kata Ketua Bidang Dakwah DPW FPI Pelalawan H Syafrizal SQ,SF,MPd, Ahad (22/5) kemarin.
   
Hal ini sebut Syafrizal, terungkap saat dilaksanakannya pertemuan bersama Majlis Kemajuan Pelalawan (MKP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), DPW FPI, Kepala SD, SMP, SMA, SMK dan MTsN, Diskes, dan instansi lainnya di Aula Dinas Kesejahteraan Sosial (Diskessos) Pelalawan.

"Dua hari lalu, pertemuan itu digelar di Diskessos Pelalawan. Sungguh memprihatinkan anak-anak pelajar kita banyak yang terlibat ngelem ini, sungguh sangat merusak dan mengkhawatirkan," ujar Syafrizal yang mengaku hadir bersama pengurus DPW FPI Pelalawan lainnya Wahyudi dan Dedy Azwandi.

Selain ngelem, kalangan pelajar mulai tingkat SD, SMP hingga SMA, SMK sambung Syafrizal, sejumlah tokoh masyarakat yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan juga mengeluhkan praktek maksiat prostitusi.

"Prostitusi juga menjadi bagian yang mengkhawatirkan. Maksiat ini selain bertentangan dengan agama juga sangat bertolak belakang dan dikecam oleh resam di bumi Melayu Pelalawan ini," ungkapnya.

Syafrizal yang juga dikenal seorang da`i lintas provinsi ini menambahkan, selain dua point penyakit masyarakat (Pekat) yang dikeluhkan masih banyak lagi keluhan-keluhan yang diharap tindakan tegas dan nyata oleh aparat terkait.

"Sebut saja miras, warung tuak dan lainnya makin menjamur. Sungguh hal itu ditolak masyarakat, tapi apa daya mereka dan berharap sentuhan dan ketegasan pemerintah dan aparat. Apalagi menjelang pelaksanaan bulan suci Ramadhan ini," paparnya menyuarakan keinginan masyarakat agar bumi Melayu Pelalawan Negeri Amanah bebas dari maksiat.
 
"Ya, kami dari DPW FPI Pelalawan siap untuk memberantas maksiat jika memang diperlukan dan tak ada tindakan nyata dari pihak terkait. Laskar kami siang malam siap diterjunkan," tegasnya.

Pertemuan yang berlangsung selama 3 jam itu sebut Ustadz Syafrizal, memang belum membuahkan hasil yang diharapkan.

"Karena memang agenda pertemuannya yakni penyampaian penemuan-penemuan Pekat dari setiap perwakilan yang hadir. Baik pihak sekolah maupun tokoh masyarakat melalui ormas yang ada," bebernya.
    
Memang lanjut Syafrizal, pada zahirnya Pemkab Pelalawan, melalui Sekda Drs HT Mukhlis, MSi, Kadis Kessos MD Rizal MPd sudah menanggapi keresahan masyarakat.

"Sebagai tindak lanjutnya akan diadakan lagi pertemuan berikutnya di Kantor Bupati dalam waktu dekat yang belum ditentukan," ungkapnya sambil menyebutkan, organisasi yang dipimpin Ir H Syagi Shahab ini sementara menunggu undangan berikutnya, FPI terus menginventarisir dan mengumpulkan data-data kemaksiatan dan keluhan masyarakat lainnya.

"Tak hanya di ibu kota Kabupaten Pelalawan saja, tapi di seluruh kecamatan terutama sepanjang Jalan Lintas Timur Pelalawan yang menjamur lokasi-lokasi maksiat. Termasuk pula warnet dan game on line yang menyebabkan banyak pelajar yang mengabaikan pendidikannya karena ketagihan game on line, seperti kecanduan ngelem, pergaulan bebas, kebut kebutan. Sungguh memprihatinkan dan segera lakukan tindakan nyata," tutupnya.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini