Krisis Air, 3 Anggota DPRD dan Kapolres Sidak UPT BPAB Simpang Kualo

Redaksi Redaksi
Krisis Air, 3 Anggota DPRD dan Kapolres Sidak UPT BPAB Simpang Kualo
zul/riaueditor.com
Krisis Air, 3 Anggota DPRD dan Kapolres Sidak UPT BPAB Simpang Kualo.
PELALAWAN, riaueditor.com - Sepekan terakhir krisis air bersih melanda Kecamatan Pangkalan Kerinci, khususnya masyarakat yang tinggal di Perumahan Bumi Lago Permai (BLP). Akibatnya masyarakat terpaksa membeli air galon setiap harinya. Krisis air yang dialami masyarakat, disebabkan karena adanya kerusakan jaringan pipa saluran air.
 
Dengan adanya krisis air bersih, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan mendapat laporan langsung dari masyarakat. Adanya pengaduan masyarakat ditindaklanjuti oleh tiga anggota DPRD Pelalawan Baharudin SH, H Abdullah AMd dan Rustam Sinaga, juga diikuti Kapolres Pelalawan AKBP Ade Johan H Sinaga SIK dengan melakukan peninjauan langsung ke UPT BPAB (Badan Pengelolaan Air Bersih) yang berada di Simpang Kualo Kecamatan Pangkalan Kerinci, untuk melihat penyebab terjadinya krisis air bersih yang terjadi.

Baharuddin SH anggota Komisi I yang juga Ketua Fraksi Golkar menyebutkan bahwa benar krisis air ini terjadi akibat adanya kerusakan pipa penyalur air bersih dalam satu minggu ini. Dengan adanya kejadian ini terpaksa masyarakat membeli air galon setiap hari.
   
"Kita sudah tinjau ke lapangan mencari penyebab terjadinya krisis air bersih, setelah turun kelapangan ternyata penyebab terjadinya krisis air bersih adanya kerusakan pipa air yang mengalami pecah. Dengan adanya kejadian ini, kita akan menyelesaikan permasalahan ini dengan memperjuangkan anggaran untuk memperbaiki kerusakan tersebut," katanya.

Selain itu, minimnya mobil operasional kita akan ajukan untuk memperjuangkan, dimana disaat adanya kerusakan pada pipa, nantinya dapat diatasi dengan mensuplay nya dengan mobil.

"Pengadaan mobil akan diperjuangkan sebanyak dua unit, anggaran akan diperjuangkan di tahun 2016 mendatang," tambahnya.

Setelah sidak, siang air sudah berfungsi kembali. Karena memang petugas PAM sudah melakukan perbaikan malam kemaren hingga pukul 02.00 Wib. "Pelanggan sekarang mencapai 1400 lebih dan ke depannya diperkirakan 5000 pelanggan. Tentu masalah di lapangan ke depan harus diminimalisir. Kapolres ikut Bersama kita karena asrama polisi di BLP airnya tak keluar," ungkapnya.

Salah sorang warga BLP, Asep (38) menyebutkan bahwa krisis air sudah meresahkan warga yang tinggal di BLP, dimana setiap harinya terpaksa membeli air galon sebanyak dua galon untuk kebutuhan sehari-hari. Air galon yang dibeli setiap harinya tidak cukup untuk dikonsumsi.
    
"Ya, air yang dibeli mana cukup buat kita, air galon tersebut banyak dikonsumsi seperti buat masak, mencuci dan mandi. Sehari terpaksa mengeluarkan duit sebanyak Rp 20 ribu, jadi kalau dalam seminggu sudah keluarkan duit ratusan ribu. Biasanya air bersih yang kami konsumsi dari UPT BPAB, tidak mengetahui kenapa air bersih tersebut tidak keluar. Dengan adanya keluhan seperti ini, saya minta perhatian dari Pemerintah daerah dapat menyelesaikan permasalahan krisis air yang terjadi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Thomas ST melalui Kepala UPT BPAB Kecamatan Pangkalan Kerinci  Rahim Ritonga mengatakan, bahwa krisis air yang terjadi, karena adanya kerusakan pada penyalurannya (pipa pecah). Sehingga dalam seminggu terpaksa air air bersih yang disuplay kepada masyarakat mengalami gangguan.

"Masyarakat jangan khawatir, Insya Allah sore ini air bersih bisa disalurkan kembali kepada masyarakat. Kerusakan pipa penyalur air terjadi sejak Minggu lalu dan saat ini telah dilakukan perbaikan. Penyebab pecahnya pipa tersebut, karena tidak bisanya menampung debit saluran air untuk menyuplay air bersih," paparnya.

Dilanjutkan Rahim, untuk kapasitas menyuplay saat ini yang ada baru 20 liter perdetik, padahal dengan banyaknya pengguna air bersih dari UPT BPAB sudah mencapai 1400 pelanggan. Sebenarnya kapasitas yang dibutuhkan kapasitas sebesar 60 liter perdetiknyapermasalahan air bersih ini sudah pernah diajukan, tapi usulan penambahan sampai saat ini belum direspon ada respon dari DPRD Pelalawan.

"Alternatif sementara, kita akan menyalurkan air kepada masyarakat menggunakan mobil PDAM. Kita berharap, pengajuan yang pernah dilakukan agar ada revitalisasi (perbaikan,red) juga dapat disetujui dalam APBD. Pasalnya, anggaran kita sangat terbatas untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan seperti minimnya mobil operasional untuk menyuplay air bersih kepada masyarakat," tukasnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini