KPK Kaji Upaya Pencegahan Korupsi di Provinsi Riau, Sumut dan Banten

Redaksi Redaksi
KPK Kaji Upaya Pencegahan Korupsi di Provinsi Riau, Sumut dan Banten
foto: Ist
PEKANBARU, riaueditor.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengkaji upaya pencegahan korupsi di sejumlah daerah. Tiga provinsi akan menjadi prioritas, yakni Riau, Sumatera Utara, dan Banten. Terkait hal itu,Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman akan melakukan introspeksi jajarannya.

 Meskipun sedikit risih, dengan masuknya Riau sebagai daerah rawan korupsi itu. "Tentunya kita intropeksi lah ya, dengan apa yang telah ditetapkan oleh KPK,"katanya, Rabu (13/1) saat ditemui di kantornya.

Untuk itu katanya, dia sudah memerintahkan kepada seluruh SKPD, untuk terus melakuan pembenahan di jajarannya. Terutama dengan melakukan zona bebas anti korupsi.

Plt Gubri memaparkan, jika sejauh ini sudah ada lima SKPD yang menyatakan instansinya bebas korupsi.

"Kita juga mendorong SKPD lain dan kabupaten/kota untuk melakukannya," sebutnya.

Terkait akan dipanggilnya Plt Sekdaprov Riau oleh KPK untuk menjelaskan penyebab banyaknya kasus korupsi di Riau? Plt Gubri mengaku belum mengetahuinya. Namun dia berjanji akan mengkonsultasikannya terlebih dahulu.

"Nanti saya tanyakan sama Sekda. Saya belum tau itu (pemanggilan Sekda-red) dan kita tunggu saja," tegasnya.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan enam daerah di Indonesia yang rawan korupsi. Keenamnya provinsi itu yakni, Sumatra Utara, Riau, Banten, Aceh, Papua, dan Papua Barat.

Bahkan dalam waktu dekat, KPK akan memanggil keenam Sekda provinsi itu. "Kami minta Sekda enam provinsi ke KPK menjelaskan apa permasalahannya. Tiga provinsi pertama (Sumatra Utara, Banten, Riau) kasusnya banyak, tapi tiga terakhir (Aceh, Papua, dan Papua Barat) ada dana otonomi khusus yang lumayan besar," kata Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Pahala Nainggolan.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini