Bupati Syamsuar: Zakat Bagian Dari Identitas Seorang Muslim

Redaksi Redaksi
Bupati Syamsuar: Zakat Bagian Dari Identitas Seorang Muslim
penrem031/wirabima
Kepala Divisi Pengumpulan Zakat Nasional, Fitriansyah (kiri) Bupati Siak Drs H Syamsuar, MSi, (tengah), Danrem 031/WB Brigjen Edy Natar Nasution, Wakil Bupati Siak Drs Alfedri, MSi saat melakukan panen raya dan pencanangan Hasil Zakat Pertanian di Kecamat

SIAK, riaueditor.com - Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi menyampaikan bahwa zakat bukan hanya sekedar pilar atau tiang utama dalam agama, melainkan dijadikan Allah sebagai identitas muslim yang apabila tidak ditunaikan, maka seseorang belum dapat disebut sebagai muslim yang bersaudara dengan muslim lainnya.

Demikian disampaikan Bupati Siak saat mengikuti acara acara pencanangan zakat pertanian di Kecamatan Bungaraya, Senin (29/1/2018).

Dikatakan Bupati, zakat adalah merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT, karena semua tanaman dan buah-buahan yang tumbuh di atas bumi ini merupakan semata ciptaan Allah SWT. 

"Syamsuar mengucapkan puji syukur kehaadirat Allah SWT, karena menurutnya sepanjang tahun 2017 yang lalu BAZNAS Kabupaten Siak telah mengumpulkan Rp 12 Miliar dana zakat, dan telah didistribusikan kepada para petani mustahiq dalam bentuk konsumtif dan produktif.

Diakui Syamsuar bahwa Total keseluruhan dana zakat yang telah dikumpulkan sejak tahun 2011 sampai dengan tahun 2017 berjumlah Rp.51.450.000.000 dengan jumlah yang telah didistribusikan dalam periode tersebut sebesar 49.350.000.000, dengan jumlah mustahik konsumtif yang dibantu melalui zakat sebanyak 30.126 Orang, dan mustahik produktif yang dibantu melalui zakat sebanyak 3.719 Orang.

“Diharapkan setelah launchingnya zakat hasil pertanian ini, dapat menumbuhkan kesadaran kita semua untuk megeluarkan zakat secara tepat dan benar, artinya tepat sasaran mustahiq dan benar menurut syari’at Islam," katanya.

Rata-rata produksi padi pertahun selama 6 (enam) tahun terakhir 2012 sd. 2017 sebesar 35.504 ton. Oleh karena itu terjadi peningkatan sebesar 25.8 %  dibandingkan dengan kondisi pada tahun 2011, yang hanya berkisar 28.220,57 ton.

Sementara rata-rata produktivitas padi per-tahun selama 6 terakhir yaitu pada tahun 2012-2017 sebesar 4.815 ton per hektar, meningkat sebesar 18 persen dari keadaan tahun 2011 yaitu 4,078 ton per hektar, tutupnya.(adv/adi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini