Azharisman Rozie: Pak Walikota Batal Berangkat Ke Naning, Cina

Redaksi Redaksi
Azharisman Rozie: Pak Walikota Batal Berangkat Ke Naning, Cina
Azharisman Rozie
PEKANBARU, riaueditor.com – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengimbau kepada seluruh Kepala Daerah hingga ke Ketua Rukun Tetanggan (RT) tidak boleh meninggalkan daerahnya selama kabut asap ini. Sebab, kepala daerah hingga RT lah yang mengetahui kondisi ditempat tersebut dan bisa segera melaporkan kondisi terakhir kepada atasanya.

Imbauan ini disampaikan Plt Gubri saat ditanya wartawan mengenai keberangkatan Walikota Pekanbaru Firdaus MT ke China untuk menghadiri undangan. Bahkan, pria yang akrab disapa Andi ARchman ini mengaku belum mendapat kabar resmi keberangkatan sang walikota pekanbaru itu kenegeri tirai bambu itu.

"Dengan kondisi seperti ini Kepala Daerah hendaknya stanby lah ditempat masing-masing sampai ke tingkat bawah RT. Selesaikan dulu masalah asap ini," katanya, Kamis (17/9).

Selain itu, Andi mengimbau kepada seluruh Kepala Daerah untuk peduli dengan penanggulangan bencana asap yang membuat warga menderita ini. Sehingga harus berada ditempat alias dihindari untuk bepergian apalagi pergi keluar negeri. Apalagi menurut Andi Riau akan kembali dikunjungi Presiden Jokowi seharusnya seluruh kepala daerah harus berada ditempat ikut menyelesaikan permasalahan asap yang terjadi.

"Apalagi kalau presiden mau datang harus hadir, jadi sama-samalah kita ikut menanggulangi asap," ujarnya.

Andi Rachman sendiri mengaku mendapat undangan yang sama untuk menghadiri China Asian Expo di Naning. Namun karena kondisi Riau yang masih darurat pencemaran udara, dirinya membatalkan keberangkatan tersebut.

"Tidak mungkin saya pergi dengan kondisi seperti ini. Makanya saya batalkan, nanti banyak orang cari saya," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kabag Humas sekaligus Kepala BKD Pekanbaru, Azharisman Rozie mengatakan, Walikota Pekanbaru membatalkan keberangkatannya ke Cina, tapi pejabat lain seperti Kepala BPTPM, Asisten II dan juga Kabag Humas tetap pergi ke Cina, hanya pak Wali yang gak ikut.

Ia mengatakan keberangkatan Walikota dibatalkan karena kondisi kabut asap yang kian tebal di Pekanbaru. "Atas dasar inilah Pak Walikota membatalkan keberangkatan ke China," ujarnya, Kamis (17/9).

Ia menjelaskan ini berawal dari surat Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Nomor surat 131/a4/2015 yang mengajak partisipasi pemerintah daerah untuk melakukan semacam kegiatan Market Sounding perihal masalah pengelolaan air bersih di Kota Pekanbaru.

"Jadi memang nantinya di Cina Pak Wali akan menyampaikan masalah pengelolaan air bersih dan di sana juga nanti akan banyak investor yang hadir. Rencananya Pak Wali akan berangkat bersama-sama tim BKPM," jelasnya. (dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini