APD Dinkes Pelalawan Dalam Pesanan, Dewan Minta Berdayakan UMKM Buat APD Standar

Redaksi Redaksi
APD Dinkes Pelalawan Dalam Pesanan, Dewan Minta Berdayakan UMKM Buat APD Standar
Foto: Ist

PELALAWAN, riaueditor.com - Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis saat ini jadi perbincangan hangat. Informasi yang diperoleh riaueditor.com saat ini tak hanya RSUD Selasih, sebanyak 14 Puskesmas di 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan berteriak soal APD. 

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pelalawan, Asril M.Kes yang dikonfirmasi soal APD menyebutkan bahwa saat ini pihaknya telah memesan sebanyak 300 APD.

"Kita sudah pesan melalui anggaran pergeseran dari Dinkes dan RSUD. RSUD juga melakukan pemesanan namun jumlahnya saya belum tahu. Untuk RSUD memang sudah ada bantuan Provinsi sebanyak 50 APD sebelumnya. Untuk mengantisipasinya maka kita sudah pesan, mudah-mudahan dalam waktu dekat akan tiba," ungkapnya.  

Terkait hal ini, H Abdullah S.Pd politisi PKS yang juga Wakil Ketua Komisi I DPRD Pelalawan angkat bicara. Menurutnya, saat ini di Pelalawan bisa dikatakan darurat APD. 

"Ya, kita dalam kondisi darurat APD. Pasalnya laporan dari pihak RSUD maupun puskesmas sudah banyak yang masuk terkait APD. RSUD saja 1 harinya butuh 18 APD. Kalau masih bicara bantuan yang 50 APD dari Provinsi tentu sudah habis saat ini. Tenaga medis harus dilengkapi APD nya. Belum lagi puskesmas yang sudah teriak-teriak soal APD," paparnya. 

"Pemda sebaiknya berdayakan saha Mikro Kecil Menengah UMKM seperti penjahit dan lain-lain untuk membuat baju hazmat sebagai perlengkapan APD, masker, puding dan lain sebagainya. Gunakan APBD semaksimal mungkin untuk berdayakan masyarakat sehingga paling tidak perekonomian UMKM. Walau dipesan 300 APD jelas masih sangat kurang, kita butuh banyak dengan semakin meningkatnya jumlah OPD yang sudah 440 orang dan PDP 9 orang, terlebih sudah 2 warga di Pelalawan yang positif corona," paparnya.

Ditambahkannya, laporan dari pelaku usaha seperti menjahit, mereka siap untuk membuat APD standar. 

"Kalau menggunakan jasa para penjahit lokal tentu akan bisa dikontrol menyesuaikan kebutuhan. Ini harus menjadi pertimbangan. Kalau dibuat sendiri akan lebih cepat, ekonomi para UMKM akan berjalan. Belum lagi yang lain - lainnya bisa diberdayakan UMKM yang ada," tutupnya. (ZoelGomes)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini